![]() |
| Wali Kota Cilegon, Robinsar |
Wali Kota Cilegon Robinsar angkat bicara terkait meningkatnya angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Cilegon yang kini mencapai 7,41 persen, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 6,08 persen. Menurutnya, lonjakan ini terjadi akibat berbagai faktor, termasuk penurunan aktivitas industri dan masa transisi tenaga kerja setelah berakhirnya proyek besar di kawasan industri.
“Naiknya angka pengangguran ini kemungkinan besar karena berakhirnya proyek besar seperti Lotte. Tapi kami tetap optimistis, dengan program baru seperti Chandra Asri Alkali (CAA) yang sedang berjalan, penyerapan tenaga kerja akan kembali meningkat,” ujar Robinsar saat ditemui di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon, Senin, 10 November 2025.
Robinsar menegaskan bahwa Pemkot Cilegon terus berupaya menjalin komunikasi intensif dengan kalangan industri agar dapat mengoptimalkan perekrutan tenaga kerja lokal.
“Kami terus melakukan komunikasi aktif dengan pihak industri agar peluang kerja bagi masyarakat Cilegon bisa dimaksimalkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, persoalan pengangguran bukan hanya disebabkan oleh terbatasnya lowongan kerja, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi kebutuhan industri yang semakin kompetitif.
“Proses pembentukan tenaga kerja yang siap itu butuh waktu dan tahapan. Tapi kami yakin langkah-langkah yang sudah diambil akan membawa hasil, termasuk membuka peluang kerja bagi warga Cilegon di luar daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Cilegon Robinsar mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk membuka peluang kerja ke luar negeri.
Ia mengungkapkan, berdasarkan rekomendasi BP2MI, masyarakat Cilegon perlu memperkuat kemampuan berbahasa asing seperti Jepang, Inggris, dan Mandarin agar bisa bersaing di pasar tenaga kerja global.
“Dari hasil koordinasi kami dengan BP2MI, banyak peluang kerja tersedia di luar negeri. Karena itu, penguasaan bahasa asing menjadi kunci agar warga Cilegon bisa mengambil kesempatan tersebut,” kata Robinsar.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemkot Cilegon berharap angka pengangguran dapat ditekan secara bertahap, sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal di tingkat nasional maupun internasional.


