![]() |
| Sebanyak 50 UMKM dipertemukan dengan sejumlah perusahaan dan industri dalam kegiatan Business Matching yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kota Cilegon, Kamis (13/11/2025). |
UMKM Cilegon – Upaya peningkatan daya saing pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Cilegon kembali menunjukkan hasil positif. Sebanyak 50 UMKM dipertemukan dengan sejumlah perusahaan dan industri dalam kegiatan Business Matching yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kota Cilegon, Kamis (13/11/2025).
Pertemuan ini menjadi babak akhir dari proses pembinaan dan pelatihan berjenjang yang telah berlangsung sejak April 2025. Kepala Dinkop UKM Kota Cilegon, Didin Supriatna Maulana, menjelaskan bahwa rangkaian program tersebut dirancang untuk memperkuat fondasi usaha para pelaku UMKM melalui pembekalan manajemen bisnis, strategi pemasaran, penguatan keuangan, serta sertifikasi teknis.
“Ini tahap akhir dari pembinaan yang kami lakukan sejak April. Para peserta telah mendapatkan pelatihan manajemen, pemasaran, keuangan, hingga teknis dan sertifikasi perusahaan,” ujar Didin saat ditemui di Ballroom Hotel The Royale Krakatau.
Dari lebih dari 300 peserta yang mengikuti pelatihan sejak tahap awal, dilakukan proses seleksi ketat untuk memilih 50 UMKM unggulan yang dinilai siap bermitra dengan sektor industri. Melalui Business Matching ini, para pelaku usaha berkesempatan mempresentasikan produk mereka dan membangun jejaring kerja sama baru.
“Kita mempertemukan UMKM dengan perusahaan di Cilegon. Dari 300 peserta, disaring lagi hingga terpilih 50 terbaik yang berpotensi bermitra dengan pemerintah maupun swasta,” jelas Didin.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk membuka akses pemasaran produk lokal agar dapat masuk ke rantai pasok industri yang berkembang pesat di Kota Cilegon.
“Insyaallah ini menjadi langkah nyata agar UMKM Cilegon bisa naik kelas dan terlibat dalam ekosistem ekonomi kota industri,” lanjutnya.
Selain pendampingan usaha, peserta juga mendapat fasilitas akses pembiayaan melalui kerja sama dengan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM).
Dengan persyaratan yang sederhana—cukup memiliki surat usaha dan KTP Cilegon—pelaku UMKM dapat mengajukan pembiayaan mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 10 juta, sesuai hasil BI Checking.


