ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Pasca Inkubasi UMKM Cilegon, Dorong Business Matching Bagi Pelaku Usaha

14 Nov 2025, 05:56 WIB Last Updated 2025-11-13T22:56:16Z
Pasca Inkubasi UMKM Cilegon
Pasca Inkubasi UMKM Cilegon, Gambar Ilustrasi Buatan AI


Pasca Inkubasi UMKM Cilegon menjadi fokus Pemerintah Kota Cilegon dalam memperkuat kapasitas dan peluang bisnis pelaku usaha lokal melalui kegiatan Business Matching Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DinkopUKM) Kota Cilegon di Ballroom The Royal Krakatau Hotel, Kamis (13/11/2025). Acara ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin.

Dalam sambutan pembuka, Maman memberikan apresiasi kepada Dinkop UKM atas konsistensinya membina pelaku usaha dan mendorong lahirnya UMKM yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Maman menyebut, langkah ini penting mengingat angka pengangguran di Kota Cilegon pada periode 2024–2025 menunjukkan peningkatan, terutama dari lulusan SMK dan perguruan tinggi. Dari sekitar 15.000 penganggur, sebagian besar merupakan lulusan kategori tersebut.

Ia berharap kegiatan pasca inkubasi dan business matching dapat menjadi salah satu solusi untuk membuka ruang kerja baru, baik di sektor formal maupun informal. “Pendampingan bagi UMKM harus terus mencakup manajemen usaha, pengelolaan keuangan hingga peningkatan kualitas produk, agar pelaku usaha Cilegon mampu menghadapi persaingan industri yang semakin ketat,” ujarnya.

Selain itu, Maman menekankan pentingnya peran lembaga keuangan daerah dalam penguatan modal pelaku UMKM. Ia mendorong BPRS Cilegon Mandiri menjadi mitra pembiayaan yang aktif bagi pelaku usaha. “Pemerintah daerah berkewajiban menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat. Dukungan pembiayaan sangat menentukan kelancaran ekspansi dan likuiditas UMKM,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DinkopUKM Kota Cilegon, Didin S. Maulana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir dari proses pelatihan berjenjang yang dimulai sejak Juni. Sebanyak 300 peserta mendapat bimbingan manajemen, kewirausahaan, pemasaran, keuangan, hingga teknik produksi. Dari jumlah tersebut, 50 pelaku usaha dinyatakan siap naik kelas dan dipertemukan langsung dengan calon mitra perusahaan.

Didin menambahkan, sektor kuliner menjadi peserta terbanyak dalam program inkubasi, mulai dari usaha makanan kering, katering, hingga camilan lokal. Selain itu, terdapat juga pelaku usaha bidang jasa dan kriya. “Saat ini ada 20 perusahaan yang berkolaborasi dalam kegiatan ini. Ke depan kami menargetkan lebih banyak perusahaan besar terlibat untuk memperkuat rantai bisnis UMKM Cilegon,” katanya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pemerintah berharap ekosistem UMKM lokal semakin kuat, mampu memperluas lapangan kerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Iklan