ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Sawah Produktif Wajib Dilindungi Demi Ketahanan Pangan Nasional

28 Agu 2025, 00:22 WIB Last Updated 2025-08-27T17:22:37Z

Comunitynews | Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa pemerintah serius menjaga keberlangsungan lahan pertanian produktif di tengah gencarnya kebutuhan lahan untuk pembangunan industri maupun perumahan.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam forum #DemiIndonesia, Wujudkan Asta Cita yang digelar di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

“Ketahanan pangan membutuhkan sawah. Sementara, lahan murah yang dicari untuk industri atau perumahan biasanya adalah sawah. Tugas saya adalah menahan laju alih fungsi agar sawah tidak habis, tidak jadi kawasan industri, perumahan, atau bahkan menimbulkan konflik sosial,” ujar Nusron.

Menurutnya, sawah produktif yang telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) harus dilindungi dari perubahan fungsi. Jika dalam kondisi tertentu memang harus diganti, lahan pengganti wajib memiliki produktivitas setara.

“Kalau sawah menghasilkan 20 ribu ton beras dalam setahun, maka lahan penggantinya juga harus bisa menghasilkan jumlah yang sama. Jadi bukan sekadar mengganti luasnya, tapi juga kualitas produksinya,” tegas Nusron.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, Indonesia kehilangan sekitar 60 ribu hingga 80 ribu hektare lahan sawah setiap tahunnya. Situasi ini, menurut Nusron, bisa berdampak serius terhadap ketahanan pangan nasional.

“Seumur hidup kita harus ada sawah. Sawah tidak boleh digeser jadi apa pun. Kalau lahan pangan hilang, maka ketahanan pangan juga akan terancam,” tambahnya.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi pemerintah, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Nusron berharap kolaborasi lintas sektor dapat memperlambat laju alih fungsi lahan sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi generasi mendatang.

Menteri Nusron hadir bersama jajaran pejabat ATR/BPN, di antaranya Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Harison Mocodompis, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid, serta Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga Bagas Agung Wibowo.

Iklan