ADS

ads

,

Iklan

Warga Tuntut Pengelola Royale Krakatau Golf Bertanggung Jawab atas Banjir Dini Hari

9 Mar 2026, 16:33 WIB Last Updated 2026-03-09T10:04:51Z

CILEGON, Comunitynews– Warga yang terdampak banjir di wilayah Sumampir Timur, Komplek Pondok Golf Asri hingga Perumahan Metro Cilegon menuntut pertanggungjawaban dari pihak pengelola The Royale Krakatau Golf and Country Club atas banjir yang terjadi pada Minggu dini hari (08/03/2026).



Salah satu warga terdampak, Rizqi Baidullah, menilai banjir yang merendam ratusan rumah tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh curah hujan tinggi, melainkan diduga dipicu oleh tumpahan air yang berasal dari kawasan lapangan golf tersebut.



Menurut Rizqi, hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam (07/03/2026) sekitar pukul 21.00 WIB hingga menjelang tengah malam. Namun, setelah hujan mulai mereda sekitar pukul 00.15 WIB, warga justru dikejutkan dengan naiknya air secara tiba-tiba dan sangat cepat.



Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah puluhan panel tembok beton pembatas kawasan lapangan golf milik The Royale Krakatau Golf and Country Club roboh. Akibatnya, air dengan arus deras keluar dari area lapangan golf dan langsung mengalir ke permukiman warga.



“Setelah tembok itu jebol, air keluar sangat deras dari area golf dan langsung menuju rumah warga. Dalam waktu sekitar 20 menit, ketinggian air sudah mencapai kurang lebih satu meter,” ujar Rizqi.



Ia menjelaskan, jika tembok pembatas tersebut tidak roboh, air seharusnya dapat mengalir secara normal melalui aliran sungai yang berada di sekitar kawasan tersebut.



“Kalau tembok golf itu tidak jebol, air seharusnya mengalir normal ke sungai karena kondisi sungai saat itu juga tidak ada hambatan,” jelasnya.



Banjir yang terjadi pada dini hari di bulan Ramadan itu menyebabkan ratusan rumah warga terendam air. Selain merusak berbagai barang milik warga, kejadian tersebut juga mengganggu aktivitas masyarakat. Bahkan, sebagian warga tidak sempat melaksanakan sahur karena rumah mereka telah terendam banjir.



Rizqi menduga insiden ini terjadi akibat kelalaian dalam pengelolaan aset serta kemungkinan kegagalan konstruksi atau sistem drainase di kawasan lapangan golf yang dikelola oleh The Royale Krakatau Golf and Country Club.



Atas kejadian tersebut, ia menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak pengelola, di antaranya:


1. Memberikan penjelasan resmi dan transparan terkait penyebab robohnya tembok pembatas kawasan lapangan golf.



2. Bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga akibat banjir tersebut.



3. Memberikan kompensasi atau ganti rugi kepada warga terdampak.



4. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase serta keamanan infrastruktur di kawasan lapangan golf agar kejadian serupa tidak terulang.




“Dalam ajaran agama saya, air hujan yang turun dari atap rumah kita saja tidak boleh sampai merugikan orang lain. Apalagi ini air dalam jumlah besar yang berasal dari kawasan golf hingga membanjiri ratusan rumah warga,” ungkap Rizqi.



Ia berharap pihak pengelola segera memberikan klarifikasi dan membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk mencari solusi yang adil bagi warga terdampak.



Rizqi juga menegaskan, apabila tidak ada langkah tanggung jawab yang jelas dari pihak pengelola, warga tidak menutup kemungkinan akan menempuh jalur hukum serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait.



Di akhir pernyataannya, ia turut meminta pemerintah daerah mulai dari tingkat kelurahan hingga Wali Kota serta para anggota legislatif untuk berpihak kepada masyarakat yang menjadi korban banjir.



“Kami berharap pemerintah, mulai dari lurah, camat hingga wali kota dan para anggota dewan, bisa membela warga yang terdampak. Jangan sampai pemerintah justru membela pihak yang membuat masyarakat menderita akibat banjir ini,” pungkasnya.

Iklan