ADS

ads

,

Iklan

SDN Kali Timbang II Kota Cilegon Tutup Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan dengan Kultum dan Santunan Anak Yatim

14 Mar 2026, 20:28 WIB Last Updated 2026-03-14T13:28:25Z


CILEGON, ComunitynewsSekolah Dasar Negeri (SDN) Kali Timbang II Kota Cilegon menutup rangkaian kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar berbagai kegiatan keagamaan yang diakhiri dengan santunan kepada anak yatim dan piatu. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (14/03/2026) di lingkungan sekolah dengan dihadiri kepala sekolah, dewan guru, serta para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.



Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dewan guru, Siti Aminah S.Pd.I, menjelaskan kepada awak media bahwa penutupan kegiatan Sanlat diisi dengan sejumlah rangkaian acara yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada para siswa sejak dini.



“Untuk kegiatan penutupan Sanlat ini kami mengadakan beberapa rangkaian acara, mulai dari pembukaan, kemudian kultum atau kuliah tujuh menit, dan dilanjutkan dengan santunan kepada anak yatim dan piatu  yang ada di SDN Kali Timbang II,serta kegiatan tarawih berjamaah seluruh siswa/i juga dewan guru” ujar Siti Aminah saat ditemui awak media di lingkungan sekolah.



Ia menjelaskan bahwa santunan yang diberikan kepada para siswa yatim dan piatu berasal dari sumbangan para guru yang dilakukan secara sukarela dan ikhlas. Dari hasil pengumpulan dana tersebut, pihak sekolah berhasil menyalurkan santunan kepada 14 siswa yatim dan piatu yang bersekolah di SDN Kali Timbang II.


“Dana santunan ini berasal dari guru-guru yang menyumbang secara ikhlas. Setelah terkumpul, Alhamdulillah kami dapat menyalurkan santunan kepada 14 anak yatim dan piatu yang ada di sekolah ini,” jelasnya.


Lebih lanjut, Siti Aminah memaparkan bahwa kegiatan Pesantren Kilat Ramadan di SDN Kali Timbang II dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 12 hingga 13 Maret 2026. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.


Namun untuk memudahkan proses pembelajaran dan menjaga efektivitas kegiatan, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan fase kelas.


“Kegiatan Sanlat ini kami bagi menjadi tiga fase. Fase A untuk kelas 1 dan 2, fase B untuk kelas 3 dan 4, serta fase C untuk kelas 5 dan 6. Pembagian ini dilakukan agar kegiatan bisa berjalan lebih efektif karena jumlah siswa cukup banyak,” ungkapnya.



Selain itu, para guru juga dijadwalkan secara bergantian untuk memberikan materi kepada masing-masing kelompok siswa. Sistem pergantian atau rolling guru tersebut dilakukan agar suasana belajar menjadi lebih variatif dan tidak membosankan bagi para siswa.



Dalam kegiatan Pesantren Kilat tersebut, para siswa/i mendapatkan berbagai materi tentang pemahaman keagamaan, seperti makna dan hikmah puasa, pentingnya menjalankan ibadah di bulan Ramadan, serta bagaimana mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.



Tidak hanya penyampaian materi keagamaan, pihak sekolah juga menyelipkan berbagai permainan edukatif dan kegiatan interaktif agar siswa tetap antusias mengikuti kegiatan.



“Kami juga memberikan game-game menarik supaya anak-anak tidak bosan dan tidak mengantuk saat mengikuti kegiatan. Jadi suasananya tetap menyenangkan, tetapi tetap ada nilai pembelajaran agama di dalamnya,” tambah Siti Aminah.



Sementara itu, Kepala SDN Kali Timbang II, Muadibah S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa pihak sekolah mendukung penuh kegiatan Pesantren Kilat Ramadan sebagai salah satu sarana pembinaan karakter dan spiritual siswa.



Ia menjelaskan bahwa seluruh civitas sekolah turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, mulai dari guru agama hingga guru kelas yang secara bersama-sama memberikan materi kepada para siswa sesuai jadwal yang telah disusun.



“Kami sebagai civitas SDN Kali Timbang II mendukung penuh kegiatan ini. Guru agama, Bu Ustazah Siti Aminah, bersama para guru lainnya seperti Pak Ega dan dewan guru yang lain turut memberikan materi sesuai jadwal yang telah disusun,” ujarnya.



Muadibah berharap kegiatan Pesantren Kilat Ramadan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar mampu memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjalankan ibadah dan memperkuat keimanan.



Ia juga menekankan bahwa ibadah seperti puasa dan salat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang harus diajarkan sejak dini kepada anak-anak.



“Kami berharap anak-anak dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya. Mereka juga diharapkan bisa memahami apa itu Ramadan dan dapat menjalankan ibadah dengan baik,” katanya.



Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk melatih anak-anak agar terbiasa menjalankan ibadah dan memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.



“Ramadan ini adalah sebuah latihan bagi anak-anak. Harapannya, apa yang mereka pelajari selama bulan Ramadan ini tidak hanya dilakukan saat Ramadan saja, tetapi juga bisa diterapkan pada bulan-bulan berikutnya,” lanjutnya.



Selain itu, pihak sekolah juga berharap adanya dukungan dari orang tua di rumah agar pendidikan karakter dan keagamaan yang diberikan di sekolah dapat terus berlanjut.



“Kami berharap ada dukungan dari orang tua di rumah agar anak-anak bisa terus menjalankan ibadah, berpuasa, dan berperilaku baik,” tambahnya.



Melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadan tersebut, pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki akhlakul karimah, taat beribadah, serta mampu menjadi kebanggaan bagi orang tua dan masyarakat di masa depan.



“InsyaAllah ke depan anak-anak ini bisa menjadi generasi yang soleh dan solehah, berakhlak baik, serta bisa membanggakan orang tuanya,” pungkas Muadibah.

Iklan