ADS

ads

,

Iklan

SMPN 5 Cilegon Perkuat Digitalisasi Pendidikan, Kepala Sekolah Ungkap Strategi Pengembangan dan Program Unggulan Siswa

8 Agu 2026, 12:37 WIB Last Updated 2026-08-08T05:37:18Z


CILEGON, Comunitynews– SMPN 5 Cilegon terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan berbasis digital melalui berbagai program inovatif yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua.


Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan wawancara podcast bersama JurnalKuhp yang berlangsung di SMPN 5 Cilegon, Rabu (05/08/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMPN 5 Cilegon, M. Assholahudin, memaparkan berbagai langkah strategis yang telah dan akan dilakukan sekolah guna meningkatkan kualitas pendidikan serta keterampilan digital peserta didik.


Menurut Assholahudin, salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan studi tiru ke SMPN 1 Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sekolah tersebut dipilih karena dinilai memiliki prestasi dan pengalaman yang baik dalam pengembangan digitalisasi pendidikan.


"Kami melihat SMPN 1 Ciasem memiliki pengalaman dan prestasi yang sangat baik dalam pengembangan digitalisasi pendidikan. Karena itu kami ingin belajar dan mengambil hal-hal positif yang bisa diterapkan di SMPN 5 Cilegon," ujar Assholahudin.


Ia menjelaskan bahwa rencana studi tiru tersebut telah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu sebagai bagian dari program pengembangan sekolah. Dari hasil kunjungan tersebut, pihak sekolah memperoleh berbagai referensi untuk memperkuat program digitalisasi yang sedang dijalankan.


Selain itu, SMPN 5 Cilegon juga telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan untuk memperluas wawasan siswa dan tenaga pendidik. Salah satunya adalah rencana kunjungan ke SMP di Kota Madiun pada November mendatang serta partisipasi dalam program Google Education yang akan melibatkan siswa dalam kompetisi dan pengembangan keterampilan digital melalui kegiatan Mini Camp.


"Kami melihat hasil karya siswa cukup bagus. Untuk ukuran tingkat SMP, kemampuan mereka dalam membuat konten sudah menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Ini menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan program digitalisasi," katanya.


Assholahudin menambahkan bahwa dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Menurutnya, banyak wali murid yang mulai memberikan dukungan dengan menyediakan perangkat belajar bagi anak-anak mereka sehingga proses pembelajaran digital dapat berjalan lebih optimal.


Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu inspirasi yang diperoleh dari hasil studi tiru adalah sistem layanan pengaduan online yang memungkinkan orang tua menyampaikan aspirasi, saran, maupun keluhan secara terbuka kepada pihak sekolah.


"Melalui sistem yang terbuka, komunikasi antara sekolah dan orang tua menjadi lebih baik. Kami ingin membangun lingkungan pendidikan yang transparan, responsif, dan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh peserta didik," tambahnya.


Sementara itu, Guru Digitalisasi SMPN 5 Cilegon, Nia, menjelaskan bahwa tujuan utama studi tiru ke SMPN 1 Ciasem adalah untuk mempelajari secara langsung sistem pembelajaran digital yang diterapkan di sekolah tersebut, termasuk proses pembuatan konten kreatif oleh para siswa.


"Tujuan kami melakukan studi tiru ke SMPN 1 Ciasem adalah untuk melihat secara langsung bagaimana proses pembelajaran digital berlangsung di sana. Kami ingin mengetahui metode yang digunakan, cara siswa membuat konten, serta bagaimana sekolah mengembangkan kreativitas peserta didik melalui teknologi," jelas Nia.


Menurutnya, program digitalisasi di SMPN 5 Cilegon saat ini masih berada pada tahap pengenalan dan penguatan dasar. Para siswa diberikan pemahaman mengenai teknologi digital, pembuatan konten, serta pemanfaatan perangkat teknologi secara positif dan produktif.


Nia menambahkan bahwa sekolah juga terus memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya literasi digital. Meski jumlah perangkat laptop yang dimiliki sekolah masih terbatas, proses pembelajaran tetap berjalan efektif melalui sistem penggunaan secara bergantian.


"Kami juga memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa sekolah sangat serius dalam mengembangkan digitalisasi. Sekolah sudah memiliki fasilitas pendukung seperti laptop, meskipun jumlahnya belum sebanding dengan jumlah siswa. Namun hal itu tidak menjadi hambatan karena penggunaan perangkat dilakukan secara bergantian sehingga seluruh siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran digital," ujarnya.


Lebih lanjut, Nia mengungkapkan bahwa antusiasme siswa terhadap program digitalisasi terus meningkat. Banyak siswa mulai menunjukkan minat dalam membuat konten kreatif, desain digital, hingga berbagai karya berbasis teknologi yang dapat menjadi bekal di masa depan.


Selain fokus pada digitalisasi, SMPN 5 Cilegon juga tengah mempersiapkan sejumlah program pengembangan bakat dan kreativitas siswa, seperti studi tour edukatif dan program Excellent Art yang bertujuan menggali potensi seni peserta didik.


Dengan berbagai program yang telah dan akan dijalankan, SMPN 5 Cilegon berharap mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan digital, kreativitas tinggi, serta mampu bersaing di era teknologi yang terus berkembang.


Langkah-langkah inovatif yang dilakukan sekolah menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan berbasis digital di Kota Cilegon terus bergerak maju demi menciptakan sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Iklan