CILEGON, Comunitynews– Pelaksanaan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN Gedong Dalem 2, Kota Cilegon, menjadi sorotan setelah minimnya pengawasan di lokasi pekerjaan.
Berdasarkan pantauan lapangan awak media pada Minggu (09/08/2026), tidak ditemukan keberadaan pihak pengawas maupun pelaksana yang memiliki peran penting dalam mengawal jalannya proyek tersebut.
Proyek pembangunan RKB yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon Tahun Anggaran 2026 itu diketahui memiliki nilai kontrak sebesar Rp227.794.000. Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek, pekerjaan di laksanakan oleh CV Karya Utama Bersama dengan konsultan pengawas PT Tri Rancang Konsulindo.
Ketiadaan pengawas maupun perwakilan pelaksana di lokasi memunculkan pertanyaan terkait keseriusan pengendalian mutu pekerjaan. Dalam proyek konstruksi yang menggunakan uang negara, fungsi pengawasan menjadi aspek penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, volume, kualitas material, serta target waktu yang telah ditetapkan.
"Minimnya pengawasan di lapangan di khawatirkan dapat membuka ruang terjadinya berbagai persoalan, termasuk dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis maupun potensi menurunnya kualitas hasil pekerjaan. Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat bukti yang menunjukkan adanya pelanggaran teknis dalam proyek tersebut."
Awak media menilai keberadaan pengawas dan pelaksana di lokasi proyek seharusnya menjadi bagian dari tanggung jawab profesional guna memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Terlebih, pembangunan sarana pendidikan memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan peserta didik dalam proses belajar mengajar.
SDN Gedong Dalem 2 sendiri merupakan salah satu sekolah dasar negeri di Kota Cilegon yang masih membutuhkan dukungan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang layak bagi siswa.
Menyikapi kondisi tersebut, awak media meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek serta memperketat pengawasan terhadap pihak kontraktor maupun konsultan pengawas. Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan yang dibiayai oleh anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan.
Hingga berita ini di terbitkan, Saat dikonfirmasi pihak pelaksana dan dinas pendidikan kota Cilegon belum memberikan tanggapan nya.
Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.



