Kab. Tangerang — Seorang perempuan bernama Edah (44), warga Kampung Nagrek, Desa Margamulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah berangkat bekerja ke luar negeri. Saat ini, ia dilaporkan dalam kondisi sakit dan berada di sebuah penampungan di Oman.
Berdasarkan informasi keluarga, Edah berangkat pada 20 Februari 2026 melalui perantara atau sponsor. Kepergiannya bertujuan untuk bekerja demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Namun, setibanya di negara tujuan, pekerjaan yang dijanjikan disebut tidak sesuai.
Suami Edah, Andan, mengatakan istrinya memiliki riwayat penyakit asam lambung kronis yang kini diduga semakin memburuk. Ia mengaku menerima kabar bahwa kondisi kesehatan Edah kian mengkhawatirkan selama berada di penampungan.
“Istri saya punya riwayat sakit lambung. Sekarang dia di penampungan di Oman dan ingin sekali pulang ke tanah air,” ujar Andan, Kamis (19/3/2026).
Menurut Andan, istrinya kerap mengalami nyeri hebat hingga muntah darah. Ia menduga kondisi tersebut diperparah oleh pola makan yang tidak teratur serta keterbatasan obat-obatan di lokasi penampungan.
“Untuk sarapan saja kadang lewat dari jam 10 pagi, makan siang menjelang sore. Obat-obatan juga terbatas,” katanya.
Lebih lanjut, Andan menjelaskan bahwa keberangkatan Edah menggunakan paspor wisata, dengan janji akan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Namun, setelah tiba di Oman, pekerjaan yang diberikan tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Edah kemudian memutuskan untuk berhenti bekerja dan saat ini berada di penampungan.
Kasus ini memperkuat dugaan adanya praktik TPPO, di mana korban dijanjikan pekerjaan layak namun berujung pada kondisi rentan di luar negeri. Hingga kini, Edah masih berada di penampungan dan berharap dapat segera dipulangkan ke Indonesia untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Keluarga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah untuk memfasilitasi pemulangan Edah. Sementara itu, pihak sponsor berinisial B yang disebut terlibat dalam proses keberangkatan, belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini diturunkan. Ahyar


