ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Restorasi Arsip Pertanahan Aceh Tamiang Dipercepat, ANRI Libatkan Taruna STPN

14 Feb 2026, 14:22 WIB Last Updated 2026-02-14T07:22:14Z

 


Restorasi arsip pertanahan pascabencana Aceh Tamiang terus dipercepat melalui kolaborasi lintas lembaga. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito mengapresiasi langkah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang melibatkan Taruna dan Taruni Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional dalam percepatan pemulihan arsip pertanahan terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.


Mego menyampaikan bahwa keterlibatan taruna/i dalam program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tahun Akademik 2025/2026 memiliki nilai strategis, baik bagi penyelamatan dokumen negara maupun pembentukan kompetensi sumber daya manusia di bidang pertanahan dan kearsipan.


“Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk belajar langsung di lapangan, memahami pentingnya kesiapsiagaan, serta menumbuhkan komitmen dalam menjaga hak-hak masyarakat melalui arsip pertanahan yang terpelihara dengan baik,” kata Mego saat penyerahan Taruna/i STPN di Aula Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara, Selasa (10/2/2026).


Ia menjelaskan, arsip pertanahan memiliki kedudukan penting karena berkaitan langsung dengan kepastian hukum, hak perdata, dan perlindungan kepemilikan masyarakat. Oleh sebab itu, proses restorasi pascabencana harus dilakukan secara cermat, terukur, dan sesuai standar kearsipan.


Akibat bencana yang menimpa Kantor Pertanahan Aceh Tamiang, kegiatan restorasi arsip sementara dipusatkan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Arsip yang terdampak lumpur dan genangan banjir ditangani secara bertahap guna memastikan informasi di dalamnya dapat dipulihkan secara optimal.


Mego menambahkan bahwa upaya penyelamatan arsip pascabencana juga berkontribusi terhadap ketahanan nasional. Menurutnya, menjaga keberlangsungan arsip pertanahan berarti menjaga stabilitas hukum dan kepercayaan publik terhadap negara.


Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan Kementerian ATR/BPN Awaludin meminta 30 taruna/i yang ditugaskan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai proses restorasi arsip pascabencana memiliki tingkat kesulitan tinggi dan membutuhkan kesabaran serta koordinasi yang baik.


“Pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi taruna/i sebagai calon aparatur pertanahan. Jaga etika, disiplin, dan profesionalisme selama bertugas,” ujarnya.


Kegiatan penyerahan Taruna/i STPN tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara Sri Pranoto, Kepala Kanwil BPN Provinsi Aceh Arinaldi, Ketua STPN Sri Yanti Achmad, Kepala Kantor Pertanahan Kota Langsa Dedi Rahmat Sukarya, serta jajaran pejabat BPN dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

Iklan