ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Gerakan Pangan Murah di Rajeg Tangerang Jelang Ramadhan 1447 H

11 Feb 2026, 16:21 WIB Last Updated 2026-02-11T09:21:07Z


Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Tangerang menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat daya beli warga. 

Program ini digelar di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Rajeg, Rabu (11/1/2026), dan menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah menghadapi periode meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Masyarakat yang telah terdata dan memegang kupon dari pemerintah desa dapat memperoleh satu paket sembako bersubsidi seharga Rp41.000. Nilai tersebut jauh di bawah harga pasar yang berada di kisaran Rp85.000 untuk komposisi barang serupa.

Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tangerang, H. Syaifullah, menjelaskan bahwa GPM merupakan instrumen konkret pemerintah daerah dalam menekan gejolak harga yang lazim terjadi menjelang Ramadhan. 

Menurutnya, lonjakan permintaan bahan pokok sering memicu kenaikan harga, sehingga intervensi melalui subsidi menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ia menuturkan, paket sembako yang disalurkan mencakup komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu—bahan yang konsumsinya cenderung meningkat selama bulan puasa. 

Pemerintah daerah, kata dia, juga melakukan pemantauan rutin terhadap harga serta ketersediaan stok di pasar tradisional dan jalur distribusi guna memastikan pasokan tetap aman.

“Monitoring dilakukan berkala. Jika ditemukan lonjakan harga signifikan, kami siapkan langkah cepat, mulai dari operasi pasar, tambahan distribusi, hingga pelaksanaan GPM di wilayah lain,” ujar Syaifullah dalam keterangannya di Rajeg.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, lanjutnya, dilakukan bertahap di sejumlah kecamatan agar manfaat program lebih merata dan tepat sasaran. Skema ini juga merupakan tindak lanjut arahan pimpinan daerah agar seluruh perangkat bekerja terkoordinasi dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menargetkan kegiatan serupa terus berlangsung hingga mendekati Lebaran. Fokusnya tidak hanya pada ketersediaan barang, tetapi juga menjaga keterjangkauan harga agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan kondisi ekonomi yang lebih tenang.

Sejumlah warga penerima manfaat mengaku terbantu dengan adanya program ini. Mereka menilai harga paket yang jauh lebih rendah dari pasaran sangat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah tren kenaikan kebutuhan menjelang Ramadhan.

Dengan perluasan pelaksanaan GPM di berbagai kecamatan, Pemkab Tangerang optimistis tekanan harga bahan pokok dapat ditekan, sementara akses masyarakat terhadap pangan pokok tetap terjaga. 

Program ini diharapkan menjadi bantalan sosial sekaligus instrumen stabilisasi ekonomi daerah pada momentum krusial tahunan tersebut. Aris

Iklan