HUT RSUD Pakuhaji Kabupaten Tangerang ke-8 diperingati dengan penyaluran santunan kepada 100 anak yatim piatu serta pembukaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, Selasa (3/2), di RSUD Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.
Direktur RSUD Pakuhaji dr. Hj. Ummi Kulsum mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus komitmen rumah sakit daerah dalam memberikan pelayanan dan manfaat sosial kepada masyarakat.
“Momentum ulang tahun ke-8 ini kami jadikan sebagai refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menumbuhkan kepedulian sosial. Santunan anak yatim dan layanan kesehatan gratis ini adalah bagian dari rasa syukur kami,” kata Ummi Kulsum.
Selain santunan, masyarakat juga memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang disediakan RSUD Pakuhaji. Sejumlah stan pemeriksaan tampak dipadati warga yang ingin melakukan pemeriksaan dasar tanpa dipungut biaya.
Dalam peringatan tersebut, RSUD Pakuhaji juga meresmikan sejumlah fasilitas baru, termasuk pembangunan kamar jenazah. Rumah sakit ini juga akan melakukan pengembangan dengan penambahan lahan sekitar empat hektare untuk mendukung perluasan layanan kesehatan.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid yang meresmikan fasilitas tersebut mengatakan pengembangan RSUD Pakuhaji diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Selain kegiatan sosial, hari ini juga dilakukan peresmian beberapa bangunan yang telah selesai dibangun. Ke depan, RSUD Pakuhaji akan diperluas dengan penambahan lahan sekitar empat hektare untuk mendukung pengembangan rumah sakit,” ujar Maesyal Rasyid.
RSUD Pakuhaji juga mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai rumah sakit terbaik dalam implementasi dan capaian indikator program Tuberkulosis (TBC) tahun 2024.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan dalam penemuan dan pengobatan kasus TBC melalui penerapan strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS). Selain itu, RSUD Pakuhaji meraih penghargaan terbaik kedua sebagai perangkat daerah dengan penerapan Satu Data Indonesia (SDI) tahun 2025.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta pengelolaan data yang terintegrasi,” kata Ummi Kulsum. ARIS



