ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

TNI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung, Akses Desa Terisolasi di Aceh Segera Terbuka

31 Jan 2026, 19:01 WIB Last Updated 2026-01-31T12:01:41Z


Aceh, Comunitynews— Upaya percepatan pemulihan akses wilayah pascabencana di Aceh terus dilakukan melalui pembangunan jembatan gantung di sejumlah desa terpencil. TNI Angkatan Darat turun langsung mempercepat pengerjaan agar aktivitas masyarakat kembali normal dalam waktu dekat.



Hingga Sabtu (31/1), sejumlah titik pembangunan jembatan gantung dilaporkan telah memasuki tahap akhir. Di beberapa lokasi, struktur utama sudah berdiri dan tinggal menunggu penyelesaian seperti pemasangan lantai jembatan dan pengamanan sisi kiri-kanan.



Di Kabupaten Pidie, tepatnya di Desa Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, anggota TNI fokus memperkuat fondasi jembatan dengan material batu dan semen. Sementara di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pembangunan juga berlangsung di Desa Blang Teurekan dan Gampong Teungoh, dengan progres fondasi yang hampir rampung.



"Di wilayah Kabupaten Bireuen, tepatnya di Blang Guron, Kecamatan Gandapura, proses pengelasan tiang penyangga jembatan terus dilakukan. Sementara di Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, sling jembatan sudah terbentang dan tinggal dipasangi papan pijakan.



Progres signifikan juga terlihat di Kabupaten Aceh Tamiang. Di Desa Lubuk Sidup dan jalur penghubung Sekerak Kiri–Sekerak Kanan, jembatan gantung hampir selesai dan tengah dilakukan perataan jalan menuju lokasi.



Sedangkan di wilayah Aceh Tengah dan Aceh Barat, seperti di Desa Burni Bius, Burlah, Owak, Meunasah Krueng, hingga Desa Kajeung, pembangunan fondasi dan pengecoran masih berlangsung, namun ditargetkan rampung dalam waktu dekat.



Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat segera memulihkan konektivitas antarwilayah, mempermudah akses pendidikan, kesehatan, serta distribusi logistik bagi masyarakat desa terdampak bencana.



Iklan