ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

TNI AD Percepat Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara, Fasilitas Kesehatan dan Sekolah Dibersihkan

4 Jan 2026, 20:33 WIB Last Updated 2026-01-04T13:33:50Z


Jakarta,Comunitynews— Upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh Utara terus dilakukan secara intensif. TNI Angkatan Darat bersama masyarakat setempat bergerak cepat membersihkan berbagai fasilitas umum yang terdampak, guna memastikan layanan publik dapat kembali berjalan normal.



Fokus utama pembersihan diarahkan pada fasilitas pelayanan kesehatan dan pendidikan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Mancang, Aceh Utara, yang sebelumnya terendam banjir dan tertutup lumpur serta material batu.



Untuk mempercepat pemulihan, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Yonif TP 857/GG didukung personel Kodim 0102/Pidie Jaya diterjunkan langsung ke lokasi. Kegiatan pembersihan dipimpin oleh Letda Inf Rico Jerianto dengan melibatkan 10 personel yang bekerja bersama warga sekitar.



Pembersihan meliputi lantai dan dinding bangunan, halaman, hingga saluran drainase. Lumpur yang mengeras diangkat secara manual agar Polindes dapat segera difungsikan kembali melayani kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.



Selain fasilitas kesehatan, personel TNI AD juga membantu membersihkan rumah-rumah warga yang masih dipenuhi sisa lumpur banjir. Dengan menggunakan peralatan sederhana, personel dan warga bergotong royong memulihkan hunian agar layak ditempati kembali.



"Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar pada semester baru, TNI AD turut memprioritaskan pembersihan fasilitas pendidikan. Sejak Sabtu (3/1), personel TNI membersihkan sejumlah sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah dan madrasah."



Beberapa sekolah yang menjadi sasaran pembersihan antara lain MIN 29 Aceh Utara, MIN 21 Aceh Utara, SMAN 1 Baktiya, SMPN 1 Lapang, SDN 19 Jambo Aye, TK Pelangi, hingga SDN 7 Kuala Simpang. Ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung dibersihkan dari lumpur dan sampah sisa banjir.



Di beberapa lokasi dengan kondisi lumpur yang cukup tebal, seperti di MIN 2 Meurah Dua, proses pembersihan dibantu menggunakan alat berat berupa ekskavator agar pekerjaan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.



Langkah gotong royong ini menjadi wujud nyata kehadiran TNI AD di tengah masyarakat dalam situasi darurat. Melalui percepatan pembersihan fasilitas kesehatan dan pendidikan, diharapkan aktivitas pelayanan publik dan proses belajar mengajar di Aceh Utara dapat segera kembali normal pascabencana.

Iklan