ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Produksi Padi Banten Tok, Gubernur Andra Soni Tegaskan Komitmen Jaga Swasembada Pangan

7 Jan 2026, 19:35 WIB Last Updated 2026-01-07T12:35:03Z


Serang, Comunitynews— Kinerja sektor pertanian Provinsi Banten sepanjang 2025 menunjukkan hasil menggembirakan. Produksi padi tercatat meningkat tajam hingga 16,84 persen, seiring bertambahnya luas panen yang mencapai 349.288 hektare. Capaian ini memperkuat peran Banten dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.


Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring dari kawasan Jalan Tasikardi–Banten Lama, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (7/1/2026).



Menurut Andra, peningkatan produksi padi terjadi sejalan dengan perluasan lahan panen dari sebelumnya sekitar 299 ribu hektare menjadi 349.288 hektare pada 2025. Dampaknya, total produksi padi Banten melonjak dari 1,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton.



“Peningkatan ini mencerminkan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar Andra.



Ia menjelaskan, kontribusi produksi beras terbesar di Banten berasal dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang yang selama ini menjadi lumbung padi utama di wilayah tersebut.



Andra menilai, keberhasilan ini tidak terlepas dari kebijakan strategis pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Penurunan harga pupuk, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen, serta perbaikan jaringan irigasi menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan produktivitas petani.



“Sinergi kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci. Petani kini lebih terlindungi dan terdorong untuk meningkatkan produksi,” katanya.



Lahan Pertanian Jadi Prioritas



Memasuki 2026, Pemerintah Provinsi Banten menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan sektor pangan. Bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Banten akan memperkuat perlindungan lahan pertanian agar tidak beralih fungsi.



Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan penerapan program Lahan Sawah Dilindungi (LSD).



“Lahan pertanian harus dijaga agar produktivitas pangan Banten tetap berkelanjutan,” tegas Andra.



Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten juga menyerahkan bantuan stimulus kepada petani berupa satu ton benih unggul varietas Inpari 32, Cakrabuana, dan Biosalin 1 kepada lima kelompok tani. Selain itu, bantuan sosial berupa 200 paket sembako turut disalurkan kepada masyarakat sekitar.



Presiden  Swasembada Pangan Bukti Kemandirian Bangsa



Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutan virtualnya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target awal.


“Target awal empat tahun, tetapi dalam satu tahun kita sudah mampu swasembada pangan. Ini membuktikan kemampuan bangsa kita,” ujar Presiden.



Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama kedaulatan negara. Ketergantungan pangan pada negara lain, menurutnya, berpotensi melemahkan kemerdekaan bangsa.



Presiden juga memaparkan agenda lanjutan ketahanan pangan nasional, mulai dari target swasembada jagung, pengembangan bioenergi, hingga pembangunan desa nelayan dan kolam ikan pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau puluhan juta anak.



Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan, produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34 juta ton dengan cadangan beras pemerintah sebesar 3,2 juta ton. Kondisi ini turut berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang berada di angka 125.



“Swasembada beras adalah hasil kerja keras seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di bawah arahan Presiden,” pungkasnya.

Iklan