ADS

ads

,

Iklan

Presiden Prabowo Awali Tahun 2026 Bersama Pengungsi Batu Hula, Warga Tapsel Merasa Dikuatkan

1 Jan 2026, 13:49 WIB Last Updated 2026-01-01T06:49:19Z


Batang Toru, ComunitynewsMalam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di Posko Pengungsian Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, berlangsung penuh makna. Di tengah keterbatasan akibat banjir dan longsor, ratusan warga pengungsian mengawali tahun baru bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam suasana sederhana namun sarat kebersamaan.



Di area posko, warga dari berbagai kalangan usia berkumpul di bawah tenda pengungsian. Anak-anak duduk di bagian depan mengikuti kegiatan nonton film bersama, sementara para orang tua menyaksikan dari belakang. Bagi para pengungsi, momen tersebut menjadi hiburan sekaligus penguat mental setelah menghadapi masa sulit pascabencana.



Salah seorang warga, Siska, warga Perkebunan Batang Toru PTPN IV Regional I, mengaku terharu atas kehadiran Presiden di wilayahnya. Ia menilai kehadiran langsung kepala negara menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan memberi perhatian serius terhadap kondisi masyarakat terdampak.



“Kami merasa tidak ditinggalkan. Semoga desa kami segera dibangun kembali dan menjadi lebih aman,” tuturnya.


Meski trauma masih dirasakan sebagian warga, khususnya kekhawatiran akan bencana susulan, Siska menyebut berbagai bantuan mulai dirasakan, mulai dari logistik hingga layanan pendampingan di posko pengungsian.


Kesan mendalam juga dirasakan oleh kalangan remaja dan anak-anak. Nayla dan Artika Naysla Limbung mengaku senang dapat merayakan malam pergantian tahun bersama Presiden. Bagi mereka, kehadiran Presiden menjadi pengalaman yang berbeda dan berkesan.


“Rasanya senang sekali, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar keduanya.



Mereka berharap pemulihan pascabencana dapat segera menjangkau fasilitas pendidikan yang terdampak, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.



Hal serupa disampaikan Jaraimi Simamora, warga Desa Batu Hula. Ia mengungkapkan rasa bangga karena Presiden memilih menghabiskan malam tahun baru di lokasi pengungsian.



“Kami bangga karena Presiden datang langsung dan bersama kami di sini,” katanya.


Menurutnya, dukungan pemerintah diharapkan terus berlanjut hingga warga memiliki hunian tetap dan kehidupan dapat kembali normal. Senada, warga lainnya, Sutio Ulina, menyebut kehadiran Presiden menjadi penyemangat moral bagi para korban bencana.


“Kehadiran Bapak Presiden memberi kami kekuatan dan harapan baru,” ujarnya.



Perayaan sederhana malam tahun baru di Posko Pengungsian Batu Hula pun menjadi simbol kebersamaan dan harapan. Di tengah keterbatasan, dukungan negara yang dirasakan langsung oleh warga menjadi modal penting untuk bangkit dan menatap tahun 2026 dengan optimisme.

Iklan