ADS

ads

,

Iklan

Prabowo: Kritik Publik Jadi Pengingat Agar Pemerintah Tak Keluar Jalur

6 Jan 2026, 09:40 WIB Last Updated 2026-01-06T02:40:53Z



Jakarta, ComunitynewsPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kritik dari masyarakat merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan arah pemerintahan. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif justru berfungsi sebagai pengingat agar kekuasaan tidak berjalan tanpa kontrol.



Dalam sambutannya pada Perayaan Natal Nasional di Jakarta, Senin (5/1), Prabowo mengakui bahwa menerima kritik bukanlah hal yang mudah bagi seorang pemimpin. Namun demikian, ia menilai keterbukaan terhadap masukan publik adalah bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional.



Prabowo menyebut, kritik kerap menjadi sarana refleksi untuk menilai kembali kebijakan maupun sikap yang telah diambil pemerintah. Ia bahkan menyatakan bahwa kritik dapat mencegah pemimpin terjebak dalam kesalahan yang berlarut.



“Saya justru merasa terbantu. Kritik itu bisa menyelamatkan kita dari langkah yang keliru,” ujarnya.



Presiden juga menyinggung tudingan yang pernah diarahkan kepadanya terkait isu kebangkitan militerisme. Menurut Prabowo, tudingan tersebut tidak ia respons dengan kemarahan, melainkan dengan evaluasi dan klarifikasi melalui jalur hukum dan konstitusional.



Ia mengaku meminta pendapat para ahli hukum guna memastikan setiap kebijakan dan gaya kepemimpinan yang dijalankan tetap berada dalam koridor demokrasi dan tidak melampaui batas kewenangan.



“Kritik itu membuat saya bertanya pada diri sendiri dan pada para pakar: apakah ada langkah yang bisa ditafsirkan terlalu otoriter,” katanya.



Meski membuka diri terhadap kritik, Prabowo menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus disertai tanggung jawab. Ia mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah atau kebohongan yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.



Presiden mengakui adanya kritik yang bernuansa politis dan sinis. Namun, ia memastikan pemerintah memilih meresponsnya dengan kerja nyata dan pencapaian konkret.



“Kami tidak akan membalas dengan kata-kata, tapi dengan hasil yang bisa dirasakan rakyat,” tegasnya.



Prabowo berharap iklim demokrasi di Indonesia terus dijaga melalui dialog yang sehat, sehingga kritik dapat berfungsi sebagai kekuatan korektif demi kemajuan bangsa.

Iklan