ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Pertemuan 2+2 Indonesia–Türkiye Tegaskan Penguatan Kemitraan Strategis

10 Jan 2026, 20:04 WIB Last Updated 2026-01-10T13:04:09Z


Istanbul, Comunitynews-indonesia dan Türkiye kembali mempertegas hubungan kemitraan strategis komprehensif melalui penyelenggaraan pertemuan perdana format 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan yang berlangsung pada 9 Januari. Pertemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama bilateral kedua negara.



Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, sementara pihak Türkiye diwakili oleh Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dan Menteri Pertahanan Yaşar Güler.



Pertemuan ini merupakan implementasi langsung dari kesepakatan Presiden Indonesia dan Presiden Türkiye dalam forum High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) Indonesia–Türkiye yang digelar pada Februari tahun lalu.



Menlu Sugiono menyampaikan bahwa format 2+2 menjadi instrumen strategis untuk memperdalam sinergi kebijakan luar negeri dan pertahanan kedua negara. Ia menilai mekanisme tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi, mengingat Indonesia hanya mengadopsi format serupa dengan mitra strategis tertentu.



"Dalam pembahasan, kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama di sektor pertahanan, termasuk pengembangan industri pertahanan, serta memperluas kolaborasi di bidang energi, perdagangan, dan investasi. Pertukaran pandangan juga dilakukan terkait berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.



Di sektor ekonomi, Indonesia dan Türkiye menyoroti pentingnya percepatan penyelesaian Preferential Tariff Agreement (PTA) sebagai pijakan awal menuju pembentukan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Kedua negara juga mendorong peningkatan investasi di sektor strategis seperti energi, pertambangan, industri petrokimia, serta pengembangan rantai nilai kendaraan listrik.



Pada tataran regional dan global, Indonesia dan Türkiye menegaskan peran aktif sebagai negara Global South dalam memperkuat kerja sama multilateral. Indonesia juga kembali menyatakan dukungan terhadap aspirasi Türkiye untuk menjadi ASEAN Full Dialogue Partner, serta mendorong peningkatan kerja sama ASEAN–Türkiye secara konkret.



Mengenai isu Palestina, kedua negara yang tergabung dalam Group of Eight (D-8) sepakat mendorong gencatan senjata di Gaza, memastikan kelancaran bantuan kemanusiaan, serta mendukung upaya rekonstruksi pascakonflik.



Hasil pertemuan tersebut dituangkan dalam sebuah Joint Declaration yang menegaskan komitmen berkelanjutan Indonesia dan Türkiye dalam memperkuat kemitraan strategis. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan kunjungan kehormatan Menlu dan Menhan RI kepada Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdoğan di Istanbul pada 10 Januari.



Sumber: Kementerian Luar Negeri RI

Iklan