ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Pemerintah Salurkan Tunjangan bagi Guru Terdampak Bencana, Pendidik Apresiasi Kepedulian Presiden Prabowo

3 Jan 2026, 18:25 WIB Last Updated 2026-01-03T11:25:23Z


Jakarta, Comunitynews— Komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di daerah terdampak bencana kembali ditegaskan melalui penyaluran tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian negara terhadap para pendidik yang tetap menjalankan tugasnya di tengah kondisi darurat pascabencana.



Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah mengucurkan anggaran sebesar Rp35 miliar yang dialokasikan khusus bagi guru di wilayah terdampak bencana alam. Tunjangan tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi para pendidik sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.



Salah satu penerima, Neli Eriani, guru SMAN Agam Cendekia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Menurutnya, tunjangan tersebut menjadi penyemangat di tengah tantangan pascabencana yang masih dirasakan oleh lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.



“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kondisi setelah bencana tidak mudah, namun kami tetap berusaha hadir untuk siswa dan menjaga semangat belajar mereka,” ujar Neli.


Hal senada disampaikan Dina Ispanti, guru SMAN 1 Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Ia menilai perhatian pemerintah melalui tunjangan khusus tersebut membantu para guru memenuhi kebutuhan dasar di tengah keterbatasan sarana dan kondisi ekonomi pascabencana.



Dukungan pemerintah juga dirasakan oleh Yusrawati, guru TK Ar Raihan Bireuen, Provinsi Aceh. Ia berharap kebijakan ini dapat menjaga stabilitas proses pendidikan, khususnya bagi anak-anak usia dini yang membutuhkan pendampingan intensif dalam situasi pemulihan bencana.



Sementara itu, apresiasi secara kolektif disampaikan oleh guru-guru SMKN 1 Batang Natal, Sumatera Utara, yakni Elwin Saputra Lubis, Rahmad Taher Nasution, dan Muhammad Ikhsan Nasution. Mereka mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan guru di daerah terdampak.



“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti atas perhatian dan dukungan nyata kepada para pendidik,” ujar mereka.



Berdasarkan data Kemendikdasmen, penyaluran tunjangan dilakukan secara bertahap kepada 16.467 pendidik dan tenaga kependidikan dari 800 satuan pendidikan. Para penerima tersebar di wilayah terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta banjir lahar Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.



Rinciannya, penerima tunjangan meliputi 915 pendidik jenjang PAUD, 10.274 pendidik jenjang pendidikan dasar, dan 5.258 pendidik jenjang pendidikan menengah.



Melalui kebijakan ini, pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap guru tetap menjadi prioritas, terutama dalam situasi krisis. Negara memastikan para pendidik sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia tetap mendapatkan hak dan dukungan yang layak, meski harus mengabdi di tengah keterbatasan akibat bencana alam.

Iklan