CILEGON, Comunitynews— Pemerintah Kota Cilegon kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan menyoroti dampak serius aktivitas tambang galian C yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Kerusakan ekosistem, terganggunya infrastruktur publik, hingga meningkatnya potensi bencana alam menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada keselamatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Kabag Umum Setda) Kota Cilegon, Riezkha Budhi Mustika, saat ditemui awak media pada Selasa (20/1/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir praktik pertambangan yang mengabaikan aspek lingkungan dan keselamatan warga.
Menurut Riezkha, aktivitas tambang galian C di sejumlah titik wilayah perbatasan Kota Cilegon telah memicu kerusakan lahan, perubahan kontur tanah, serta mengganggu sistem aliran air yang berpotensi memperparah banjir dan longsor, khususnya saat musim hujan. Selain itu, lalu lintas kendaraan bertonase berat yang keluar masuk lokasi tambang juga menyebabkan kerusakan jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan lainnya.
“Kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas pertambangan ini tidak bisa dianggap sepele. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya dirasakan hari ini, tetapi juga akan diwariskan kepada generasi mendatang. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan bahwa pembangunan tidak dilakukan dengan mengorbankan kelestarian alam dan keselamatan masyarakat,” ujar Riezkha.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Cilegon saat ini terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh aktivitas pertambangan, baik yang berizin maupun yang diduga ilegal. Penertiban dilakukan melalui pendekatan persuasif, pembinaan kepada pelaku usaha, hingga penegakan hukum secara tegas bagi pihak-pihak yang terbukti melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Setiap pelaku usaha wajib mematuhi aturan perizinan, melaksanakan reklamasi pascatambang, serta menjaga lingkungan sekitar lokasi operasionalnya. Ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi tanggung jawab moral kepada masyarakat dan alam,” tegasnya.
Lebih lanjut, Riezkha menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi aktivitas pertambangan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, laporan warga menjadi bagian penting dari sistem pengawasan pemerintah, sekaligus wujud kontrol sosial agar praktik pertambangan berjalan sesuai aturan.
“Kami sangat mengapresiasi peran masyarakat yang peduli terhadap kondisi lingkungannya. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara serius. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu sinergi semua pihak untuk menjaga Cilegon tetap aman, nyaman, dan lestari,” katanya.
Di sisi lain, Riezkha mengakui bahwa sektor pertambangan memiliki kontribusi terhadap pembangunan, khususnya dalam penyediaan material konstruksi untuk infrastruktur. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kepentingan ekonomi tidak boleh mengalahkan kepentingan lingkungan dan keselamatan publik.
“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang berkelanjutan, di mana aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan berjalan seimbang. Jika salah satunya dikorbankan, maka pembangunan itu sendiri kehilangan makna,” ujarnya.
Untuk memastikan pengelolaan pertambangan berjalan tertib dan bertanggung jawab, Pemkot Cilegon terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan aparat penegak hukum, instansi teknis terkait, serta pemerintah provinsi. Evaluasi perizinan, pemantauan lapangan secara rutin, hingga penindakan terhadap pelanggaran menjadi bagian dari strategi komprehensif yang diterapkan pemerintah daerah.
Riezkha menambahkan, pemerintah juga mendorong upaya pemulihan lingkungan di wilayah-wilayah terdampak melalui program rehabilitasi lahan, penataan drainase, serta penguatan sistem mitigasi bencana. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan lanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan pertambangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Cilegon berharap aktivitas pertambangan ke depan dapat berjalan lebih tertib, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan. Pemkot juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pelaku usaha, masyarakat, hingga insan pers, untuk bersama-sama menjaga lingkungan sebagai aset berharga bagi masa depan Kota Cilegon dan generasi yang akan datang.



