Davos, Comunitynews— Indonesia resmi menjadi anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian Dunia atas keputusan Presiden Prabowo Subianto. Keanggotaan ini menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas internasional, khususnya dalam mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan, Dewan Perdamaian Dunia merupakan lembaga internasional yang fokus memantau stabilisasi serta proses rehabilitasi wilayah konflik, terutama di Gaza, Palestina. Dengan bergabungnya Indonesia, pemerintah dapat terlibat langsung dalam perumusan kebijakan strategis lembaga tersebut.
“Keanggotaan ini memungkinkan Indonesia ikut mengawal arah kebijakan agar tetap berpihak pada upaya perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” ujar Sugiono, Sabtu (24/1).
Ia menjelaskan, sejak awal Indonesia konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Oleh karena itu, saat piagam pembentukan Dewan Perdamaian disepakati dalam waktu relatif singkat, Presiden Prabowo menilai penting bagi Indonesia untuk menjadi bagian di dalamnya.
Menurut Sugiono, tujuan utama keikutsertaan Indonesia adalah memastikan agenda Dewan Perdamaian tetap berorientasi pada terwujudnya kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara. Indonesia juga akan aktif memberikan masukan agar kebijakan yang diambil bersifat konkret serta berdampak nyata.
“Ini bukan sekadar pernyataan politik, melainkan langkah nyata untuk mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan,” katanya.
Indonesia berkomitmen memanfaatkan posisi tersebut guna menjaga prinsip keadilan, kemanusiaan, dan stabilitas global dalam setiap proses yang dijalankan Dewan Perdamaian Dunia.

.jpg)
