ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Diplomasi Prabowo Buahkan Aset Strategis, Indonesia Bangun Kampung Haji di Makkah

7 Jan 2026, 09:11 WIB Last Updated 2026-01-07T02:11:10Z


Bogor, Comunitynews— Pemerintah Indonesia menorehkan capaian penting dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji setelah berhasil memiliki aset properti di Kota Makkah, Arab Saudi. Aset berupa hotel dan lahan tersebut akan dikembangkan menjadi Kampung Haji Indonesia sebagai pusat layanan terpadu bagi jemaah haji asal Tanah Air.



Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari diplomasi intensif Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang membuka ruang perubahan kebijakan kepemilikan properti asing di Arab Saudi. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1).



Menurut Prasetyo, Indonesia telah memenangkan proses lelang untuk memiliki hotel dan lahan di Makkah, sebuah terobosan yang sebelumnya belum pernah terjadi. Pemerintah Arab Saudi, kata dia, secara khusus melakukan penyesuaian regulasi agar negara asing dapat memiliki aset properti di wilayahnya.



“Ini adalah langkah bersejarah. Untuk pertama kalinya Arab Saudi memberikan kesempatan kepada sebuah negara untuk memiliki aset di Makkah. Capaian ini berkat diplomasi Presiden,” kata Prasetyo.

Lol


Dengan diberlakukannya regulasi baru tersebut, kepemilikan tanah dan bangunan oleh pihak asing kini dimungkinkan, sehingga membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kualitas layanan ibadah haji dan umrah.



Sementara itu, CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menjelaskan bahwa aset yang telah diakuisisi pemerintah adalah Hotel Novotel Thakher Makkah beserta lahan seluas sekitar 5 hektare. Hotel tersebut saat ini memiliki 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara dan mampu menampung sekitar 4.383 jemaah haji Indonesia.



Rosan menambahkan, pemerintah berencana mengembangkan kawasan tersebut dengan membangun 13 menara tambahan. Dengan pengembangan ini, kapasitas kamar akan meningkat hingga 6.025 unit, lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang, termasuk pusat perbelanjaan.



Ia juga menekankan bahwa lokasi Kampung Haji Indonesia sangat strategis karena berada relatif dekat dengan Masjidil Haram. Jarak ini jauh lebih efisien dibandingkan pemondokan jemaah haji Indonesia selama ini yang umumnya berjarak 4,5 hingga 6 kilometer dari pusat ibadah.



Dari sisi pendanaan, nilai akuisisi hotel dan lahan diperkirakan mencapai sekitar USD 500 juta. Sementara itu, kebutuhan investasi untuk tahap pengembangan lanjutan diproyeksikan berada di kisaran USD 700 hingga 800 juta.




Pemerintah menilai pembangunan Kampung Haji Indonesia akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah, sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Iklan