ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

BPBD Tangerang Pastikan Sirine Pintu Air 10 Cisadane Sesuai SOP, Status Masih Siaga 3

23 Jan 2026, 18:01 WIB Last Updated 2026-01-23T11:01:42Z
BPBD Tangerang Pastikan Sirine Pintu Air 10 Cisadane Sesuai SOP, Status Masih Siaga 3


TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memastikan bahwa bunyi sirine yang terdengar di kawasan Pintu Air 10 Sungai Cisadane merupakan bagian dari prosedur standar operasional (SOP) dalam menghadapi peningkatan debit air sungai.


Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa aktivasi sirine dilakukan sebagai bentuk peringatan dini kepada masyarakat ketika terjadi kenaikan volume air, bukan sebagai tanda kondisi darurat ekstrem. Saat ini, status Pintu Air 10 masih berada pada level Siaga 3.


“Sirine dibunyikan sesuai SOP ketika debit air mengalami peningkatan. Kondisi saat ini masih Siaga 3 dan belum masuk kategori darurat,” ujar Mahdiar saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).


Ia menambahkan, tim BPBD telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik, termasuk wilayah Koang Jaya, untuk memastikan seluruh tahapan pengamanan berjalan sesuai prosedur. Hingga kini, tiga pintu air telah dibuka guna mengendalikan aliran Sungai Cisadane.


Meski demikian, BPBD mencermati adanya potensi tambahan debit air dari wilayah hulu, khususnya kawasan Butuh Belah. Aliran tersebut diperkirakan dapat memengaruhi wilayah hilir pada malam hari, seiring masih adanya kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.


“Kami terus memantau perkembangan dari hulu. Jika terjadi peningkatan signifikan, langkah-langkah antisipasi lanjutan akan segera dilakukan,” jelasnya.


BPBD Kota Tangerang juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan banjir agar tetap waspada namun tidak panik. Masyarakat diminta untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan.


Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD bersama relawan dan unsur terkait terus melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan skema evakuasi apabila dibutuhkan. Fokus penanganan diarahkan pada mitigasi risiko dan perlindungan warga di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. Aris

Iklan