ADS

ads

,

Iklan

MPR RI Salurkan Ribuan Bantuan Kemanusiaan di Sumut, Muzani Tegaskan Pemulihan Warga Jadi Prioritas

14 Des 2025, 17:15 WIB Last Updated 2025-12-14T10:17:31Z


Sumatera Utara, Comunitynews-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Sedikitnya 5.000 paket bantuan disalurkan untuk warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan, Minggu (14 Desember 2025).


Penyaluran bantuan ini merupakan rangkaian lanjutan dari distribusi bantuan MPR RI sebelumnya di Provinsi Aceh. Dalam kunjungannya ke Sumatera Utara, Muzani didampingi Wakil Ketua MPR Abcandra Akbar, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, Wakil Menteri Kesehatan Benny Oktavianus, serta Wakil Menteri Agama Romo Syafii.


Ahmad Muzani menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, terutama pada sektor-sektor mendasar seperti kesehatan, pendidikan, dan keagamaan agar aktivitas sosial warga dapat kembali berjalan normal.


“Dari paparan Bupati Tapanuli Tengah, Pak Masinton, kami menerima banyak masukan terkait kondisi di lapangan. Ada persoalan yang bisa segera diputuskan, namun ada juga yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian untuk solusi jangka panjang. Prinsipnya, kami hadir untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah memulihkan kehidupan pascabencana,” ujar Muzani.


Ia memastikan seluruh aspirasi dan laporan dari daerah akan dibawa ke tingkat pusat untuk dibahas bersama kementerian terkait guna menemukan solusi terbaik bagi masyarakat terdampak.


Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungan penuh dalam penanganan bencana di Pulau Sumatera.


“Sebagai pimpinan MPR, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, yang menunjukkan keseriusan luar biasa dalam menangani bencana di Sumatera. Kehadiran beliau langsung di lokasi bencana menjadi bentuk nyata perhatian negara kepada rakyat,” tegasnya.


Sebanyak 5.000 paket bantuan yang disalurkan terdiri dari kebutuhan pokok, obat-obatan, serta perlengkapan alat tulis sekolah untuk anak-anak. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.


Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara per 13 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor mencapai 348 orang, sementara 91 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Korban terbanyak tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 116 orang meninggal dan 63 orang hilang, disusul Tapanuli Selatan sebanyak 86 korban meninggal, serta Tapanuli Utara 36 korban meninggal dunia.


Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan bahwa kondisi wilayahnya perlahan mulai membaik meskipun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan.


“Listrik dan jaringan internet sudah mulai pulih walaupun belum sepenuhnya normal. Distribusi BBM juga mulai lancar, namun tetap kami awasi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Masinton.


Ia menambahkan, pemerintah daerah memperpanjang masa tanggap darurat untuk mengoptimalkan penanganan bencana. Hingga kini masih terdapat sembilan desa yang terisolasi dan hanya dapat dijangkau melalui jalur darat terbatas atau bantuan udara.


“Kebutuhan mendesak lainnya adalah pemulihan air bersih, karena seluruh instalasi air rusak total dari hulu hingga ke rumah warga,” tambahnya.


Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengungkapkan bahwa bencana tersebut mengakibatkan kerusakan pada sekitar 5.000 ruang kelas di Sumatera Utara.


“Prioritas utama kami adalah memastikan proses belajar mengajar dapat segera berjalan kembali. Sekolah dengan kerusakan ringan akan dibersihkan, sedangkan yang mengalami kerusakan sedang dan berat akan diperbaiki atau direlokasi demi keselamatan siswa,” jelasnya.


Secara keseluruhan, MPR RI telah menyalurkan 15.000 paket bantuan kemanusiaan ke tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan masing-masing wilayah menerima 5.000 paket bantuan.


Muzani menegaskan, meskipun bantuan yang diberikan memiliki keterbatasan, kehadiran negara di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat dan membantu warga bangkit untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.

Iklan