ADS

ads

,

Iklan

Bunda PAUD Banten Dorong Lingkungan Ramah Anak untuk Perkuat Pendidikan Karakter Sejak Dini

18 Des 2025, 19:40 WIB Last Updated 2025-12-18T12:40:57Z


Lebak, Comunitynews— Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menegaskan pentingnya membangun lingkungan ramah anak dan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh keterlibatan keluarga dan masyarakat secara luas.



Hal tersebut disampaikan Tinawati saat melakukan kunjungan ke TK Negeri Pembina Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (18/12/2025). Dalam kunjungan itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan ruang yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak di berbagai lingkungan.



“Provinsi Banten harus menjadi ruang ramah anak dan keluarga. Pendidikan karakter tidak bisa dilepaskan dari peran orang tua, terutama ayah, dalam mendampingi anak-anak sejak dini,” ujarnya.



Dalam kesempatan tersebut, Tinawati bersama Bunda PAUD Kabupaten Lebak, Belia Hasbi Jayabaya, turut mendampingi kegiatan belajar mengajar 38 siswa TK Negeri Pembina Rangkasbitung yang terbagi dalam dua kelas. Kehadiran mereka sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap proses pembelajaran yang menekankan nilai-nilai karakter dan kebiasaan hidup sehat.


Tinawati juga menyoroti pentingnya kebersihan dan sanitasi lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter anak. Ia menekankan bahwa pembiasaan perilaku hidup bersih, seperti toilet training dan mencuci tangan, harus ditanamkan sejak usia dini, termasuk di lingkungan sekolah.



“Pendidikan karakter dimulai dari kebiasaan sederhana. Anak-anak perlu dibiasakan menjaga kebersihan sejak awal agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab,” katanya.



Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Lebak, Belia Hasbi Jayabaya, memaparkan penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) melalui program menanam sayur di sekolah. Program tersebut melibatkan anak-anak secara langsung mulai dari pengolahan tanah, penanaman bibit, perawatan, hingga panen dan pengolahan hasil.



Menurut Belia, program ini lahir dari keprihatinan terhadap pola konsumsi anak yang cenderung minim sayuran. Dengan melibatkan anak dalam proses menanam, mereka menjadi lebih tertarik dan terbiasa mengonsumsi sayur sebagai bagian dari pola hidup sehat.



“Alhamdulillah, karena anak-anak terlibat langsung, mereka menjadi mau makan sayur. Program ini sudah diterapkan di empat sekolah dan akan terus diperluas,” ungkapnya.



Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kemendikdasmen, Aria Ahmad Mangunwibawa, turut memberikan apresiasi atas komitmen Bunda PAUD Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak dalam mendorong pendidikan anak usia dini yang bermutu dan inklusif.



Ia menegaskan dukungan BPMP terhadap upaya peningkatan kualitas PAUD di Provinsi Banten, termasuk penguatan kebijakan wajib belajar satu tahun pra-sekolah sebagai bagian dari agenda 13 tahun wajib belajar nasional.



“Kita ingin memastikan anak usia 5–6 tahun mendapatkan layanan PAUD sebelum masuk SD. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar orang tua semakin sadar akan pentingnya pendidikan pra-sekolah,” ujarnya.



Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian motivasi kepada peserta pendidikan nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) usai mengikuti tes akademik daring, dilanjutkan dengan penyaluran Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta bantuan nutrisi kepada 156 penerima di Gedung PKK Kabupaten Lebak.

Iklan