ADS

ads

,

Iklan

Pemprov Banten BPS RI Sepakati Penguatan Integrasi Data untuk Percepatan Pembangunan Daerah

18 Nov 2025, 19:47 WIB Last Updated 2025-11-18T12:47:45Z


Tangerang Selatan,ComunitynewsPemerintah Provinsi Banten dan Badan Pusat Statistik (BPS) RI resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang penyediaan serta pemanfaatan data statistik. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memastikan seluruh kebijakan pembangunan di Banten berlandaskan data yang valid, mutakhir, dan saling terhubung.


Penandatanganan MoU dilakukan oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry B. Harmadi, dalam rangkaian High Level Meeting Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabalnusa 2025 yang digelar di Tangerang Selatan, Senin (17/11/2025).


Data Jadi Arah Kerja Pemerintah Provinsi


Gubernur Andra Soni menyampaikan bahwa penggunaan data yang presisi merupakan bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Sejak hari pertama menjabat, ia langsung berkoordinasi dengan BPS Banten untuk membaca kondisi riil pembangunan.


“Setiap keputusan harus punya dasar kuat. Saya harus benar-benar memahami angka-angka agar kebijakan yang dikeluarkan tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Andra.


Ia mencontohkan kebijakan Sekolah Gratis tingkat SMA/SMK/SKh. Kebijakan ini muncul setelah data BPS menunjukkan ada sekitar 30 ribu lulusan SMP di Banten setiap tahun yang tidak dapat melanjutkan pendidikan. Andra menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut harus dapat diukur, salah satunya melalui peningkatan rata-rata lama sekolah dalam tiga tahun mendatang.


MoU ini menjadi basis kerja untuk memperkuat integrasi data lintas perangkat daerah, evaluasi program strategis, serta pengembangan sistem informasi statistik daerah yang lebih komprehensif.


Banten Kuasai Perhatian di Kawasan Jabalnusa


Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry B. Harmadi menilai Banten merupakan salah satu motor ekonomi di kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabalnusa). Pada triwulan III 2025, ekonomi Banten tumbuh 5,29% (year on year) dan memberikan kontribusi 6,60% terhadap PDRB regional. Sektor pertanian bahkan mencatat pertumbuhan hingga 11%.


“Pertumbuhan ini menunjukkan kapasitas ekonomi Banten yang sangat besar. Karena itu, pemanfaatan data statistik menjadi semakin penting bagi kepala daerah untuk membaca peluang,” ujar Sonny.


BPS juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung Sensus Ekonomi tahun depan sebagai instrumen pemetaan struktur industri, termasuk profit margin pelaku usaha di daerah.


Konreg PDRB Tingkatkan Sinkronisasi Kebijakan


Kepala Bappeda Banten, Mahdani, menjelaskan bahwa penunjukan Banten sebagai tuan rumah Konreg PDRB 2025 merupakan hasil kesepakatan forum tahun sebelumnya. Pertemuan ini mempertemukan BPS, Bappeda se-Jabalnusa, instansi statistik daerah, Bank Indonesia, serta para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan arah pembangunan ekonomi regional.


“Konreg ini menjadi wadah bersama untuk menyusun langkah percepatan pembangunan berbasis data, terutama terkait peran strategis sektor pangan dan energi,” jelas Mahdani.

Iklan