ADS

ads

,

Iklan

Pemkot Cilegon Siapkan Strategi Kendalikan Harga dan Pasokan Pangan Jelang Nataru

18 Nov 2025, 18:03 WIB Last Updated 2025-11-18T12:50:03Z

 

Stabilitas harga Cilegon, Pengendalian inflasi Cilegon, Pasokan pangan Nataru
Stabilitas harga Cilegon, Pengendalian inflasi Cilegon, Pasokan pangan Nataru.Gambar ilustrasi hasil buatan AI

Stabilitas harga Cilegon menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Pemkot memastikan berbagai langkah pengendalian inflasi dan penguatan pasokan pangan telah disiapkan demi menjaga keseimbangan harga di pasar serta melindungi daya beli masyarakat.


Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyampaikan hal tersebut usai High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) yang digelar di Aula Setda Cilegon pada Selasa (18/11/2025). Rapat itu turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Biro Perekonomian Banten, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.


Robinsar menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa intervensi strategis, mulai dari operasi pasar, penguatan kerja sama pasokan antarwilayah, hingga inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional.


“Upaya pemerintah sudah berjalan. Kita akan lakukan sidak pasar agar harga tetap stabil,” ujarnya.


Meski kondisi inflasi Cilegon masih tergolong terkendali, Robinsar mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan, terutama karena Cilegon bukan daerah produsen pangan.


“Kita bukan daerah produsen, tapi langkah stabilisasi sudah dilakukan, termasuk kerja sama dengan pemasok dari Pandeglang,” katanya.


Ia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok pangan untuk mencegah potensi lonjakan harga menjelang periode libur panjang.


“Prinsipnya, walau bukan penghasil, kita memastikan pasokan aman dan stabil,” tambahnya.


Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rawindra Ardiansyah, mengungkapkan bahwa inflasi Kota Cilegon pada Oktober berada di angka 2,5 persen, lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Banten yang mencapai 2,75 persen.


“Itu berarti berada dalam kisaran aman,” jelasnya.


Rawindra menjelaskan bahwa karakter Cilegon sebagai kota non-produsen membuat ketergantungan pasokan dari luar daerah cukup tinggi. Namun menurutnya, pemerintah sudah mengambil langkah responsif untuk menjaga kelancaran distribusi.


“Pasokan dipenuhi dari daerah surplus dan itu sudah berjalan. Bulog juga memastikan stok hingga Desember aman,” tambahnya.


Selain menjaga pasokan dan stabilitas harga, pemerintah dan Bank Indonesia juga menyiapkan pasar murah sebagai salah satu instrumen untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan kebutuhan menjelang akhir tahun.


“Pasar murah sangat membantu menstabilkan harga sekaligus meringankan masyarakat,” ujarnya.


Dengan serangkaian langkah yang telah dipersiapkan, Pemkot Cilegon optimistis inflasi tetap terkendali dan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi hingga periode Nataru mendatang.

Iklan