ADS

ads

,

Iklan

Mahasiswa Garut Penjual Gorengan Dapat Dukungan Biaya Wisuda dari Presiden Prabowo

24 Nov 2025, 15:56 WIB Last Updated 2025-11-24T08:56:35Z


Garut,Comunitynews-Perjalanan akademik Januari Yusuf Ibrahim (22), mahasiswa Universitas Garut, menjadi perhatian publik setelah kisah perjuangannya beredar luas di media sosial. Selama bertahun-tahun ia membiayai kuliahnya dengan berjualan risol dan aneka gorengan di area kampus.


Januari dikenal para mahasiswa sebagai sosok yang ramah. Hampir setiap hari ia datang membawa kotak kontainer berisi dagangan, berkeliling dari ruang kelas ke sudut-sudut kampus. Aktivitas itu sudah ia jalani sejak awal perkuliahan, menjadi sumber pemasukan utama agar ia tetap bisa melanjutkan studi di Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian.


Keteguhan anak muda asal Garut itu kemudian sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto. Melalui program Bantuan Presiden, Prabowo memberikan dukungan biaya wisuda untuk Januari. Bantuan tersebut diserahkan oleh relawan Muhayar Fauzi pada Kamis (20/11), disaksikan Kaprodi PHI Universitas Garut, Muh. Fikra Najib.


Usai penyerahan, Muhayar menyampaikan laporan kepada Presiden bahwa tugas telah dilaksanakan dan Januari kini dapat menapaki fase baru hidupnya dengan optimisme.


Bagi Januari, pemberian biaya wisuda ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga bentuk penghargaan atas setiap langkah yang ia tempuh untuk menyelesaikan kuliah. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo.


“Terima kasih banyak, Pak Presiden Prabowo. Semoga selalu diberi kesehatan dan menjadi pemimpin terbaik untuk negeri ini,” ujarnya.


Pihak kampus menyambut baik kepedulian pemerintah terhadap kondisi mahasiswa mereka. Kaprodi PHI, Muh. Fikra Najib, menilai perhatian tersebut menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat, termasuk yang muncul di media sosial, mendapat respons cepat dari Presiden.


Ia juga memuji keteguhan Januari yang disebutnya sebagai teladan bagi mahasiswa lain.


“Januari memiliki hati yang kuat. Kami sangat berterima kasih atas perhatian Pak Presiden terhadap kondisi mahasiswa kami,” kata Fikra.


Respons cepat pemerintah terhadap kisah ini, lanjut Fikra, menjadi simbol komitmen mendukung generasi muda yang sedang berjuang mengejar masa depan.


“Kami akan terus menjaga lingkungan kampus tetap kondusif dan memperkuat komunikasi. Terima kasih banyak, Pak Presiden. Semoga selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” ujarnya.


Kisah Januari mengingatkan bahwa kerja keras, meski dilakukan dalam keterbatasan, tetap memiliki jalan untuk diapresiasi. Dan pada hari wisudanya kelak, Januari tidak hanya merayakan kelulusan, tetapi juga perjalanan panjang yang telah membentuknya menjadi pribadi yang tangguh.

Iklan