ADS

ads

,

Iklan

Ketua KPK Antasari Azhar Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Sosok Tegas dalam Pemberantasan Korupsi

9 Nov 2025, 15:54 WIB Last Updated 2025-11-09T08:54:48Z
Ketua KPK Antasari Azhar Tutup Usia

EKS Ketua KPK Antasari Azhar dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (8/11/2025). Kabar duka ini membawa kesedihan mendalam bagi dunia hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Antasari Azhar, yang menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007–2010, dikenal sebagai pemimpin tegas dan berintegritas. Selama masa kepemimpinannya, ia bekerja bersama wakil-wakilnya — Bibit Samad Rianto, Chandra M. Hamzah, Mochamad Jasin, dan Haryono Umar — untuk memperkuat lembaga antirasuah di tengah derasnya arus korupsi kala itu.

Menurut keterangan yang diterima redaksi, Antasari Azhar mengembuskan napas terakhir pada pukul 10.57 WIB setelah berjuang melawan penyakit yang telah lama dideritanya. Mantan kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, membenarkan kabar tersebut.

“Betul, barusan konfirmasi ke pengurus Masjid Asy Syarif memang akan diselenggarakan salat jenazah Pak Antasari ba’da Asar,” ujar Boyamin saat dihubungi.

Boyamin juga menuturkan bahwa Antasari sempat menderita tumor di bagian hidung dan menjalani perawatan dalam waktu yang cukup lama.

Setelah disalatkan di Masjid Asy-Syarif, Serpong, Tangerang Selatan, jenazah almarhum diberangkatkan menuju San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat, sekitar pukul 15.50 WIB. Isak tangis keluarga, sahabat, dan kerabat dekat mengiringi kepergian sosok yang dikenal berani melawan korupsi itu.

Jimly Asshiddiqie: Antasari Sosok Lurus dan Tegas


Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, turut hadir dalam salat jenazah Antasari Azhar. Ia mengenang Antasari sebagai pribadi yang jujur, tegas, dan berdedikasi tinggi terhadap penegakan hukum.

“Menurut saya, Pak Antasari orang yang lurus dan sangat tegas. Tapi tentu, sebagai manusia, tidak lepas dari kekeliruan,” ujar Jimly usai salat jenazah di Serpong.

Jimly menambahkan, terakhir kali ia bertemu dengan Antasari sebelum sang mantan Ketua KPK bebas murni.

“Saya tidak mengikuti kondisi kesehatannya, ternyata beliau banyak penyakitnya padahal belum terlalu tua, baru 72 tahun,” ucapnya.

Ia pun menyampaikan doa agar segala amal dan jasa Antasari diterima di sisi Tuhan.

“Beliau berjasa besar di dunia hukum dan pemberantasan korupsi. Semoga Allah mengampuni segala khilafnya dan melapangkan jalannya di sisi-Nya,” tuturnya.

KPK Sampaikan Duka Mendalam


Lembaga antirasuah yang pernah dipimpin Antasari turut menyampaikan belasungkawa. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcayanto, menyebut Indonesia kehilangan sosok tangguh dalam perang melawan korupsi.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Indonesia kehilangan figur tangguh dengan komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi. Semoga amal ibadah beliau diterima dan keluarga diberi kesabaran,” kata Fitroh.

Senada, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, juga menyampaikan duka cita mendalam.

“Segenap insan KPK berduka atas berpulangnya Bapak Antasari Azhar. Semoga seluruh upaya dan pengabdian beliau menjadi amal jariyah di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Perjalanan Hidup dan Karier Antasari Azhar


Ketua KPK Antasari Azhar lahir dan tumbuh besar di Jakarta. Setelah menamatkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, ia memulai kariernya di dunia hukum dengan bergabung di Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Kementerian Kehakiman.

Perjalanan kariernya di kejaksaan berlangsung gemilang. Ia sempat bertugas di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, lalu menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Namanya mulai dikenal publik saat menangani kasus besar yang melibatkan Tommy Soeharto, meski proses eksekusinya sempat tertunda.

Pada 2007, Antasari dipercaya memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di bawah kepemimpinannya, lembaga tersebut menorehkan sejumlah pencapaian besar, termasuk pengungkapan kasus suap Jaksa Urip Tri Gunawan yang menerima Rp6,6 miliar dari Artalyta Suryani (Ayin), yang terkait dengan kasus BLBI Sjamsul Nursalim.

Kasus tersebut menjadi salah satu momentum penting yang memperkuat reputasi KPK sebagai lembaga penegak hukum yang tidak pandang bulu. Antasari juga dikenal sebagai sosok yang berani menindak pejabat tinggi tanpa kompromi, termasuk kasus yang menyeret Aulia Pohan, besan Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Warisan Integritas


Meski hidupnya sempat diwarnai kontroversi hukum, banyak pihak menilai Antasari tetap meninggalkan warisan penting: ketegasan dan dedikasi terhadap keadilan. Ia dipercaya menjadi salah satu tokoh yang memperkuat fondasi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kini, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya di bidang hukum. Doa dan penghormatan terus mengalir untuk Ketua KPK Antasari Azhar, sosok yang berani, lurus, dan teguh dalam menegakkan hukum di negeri ini.

SOURCE: Detiknews

Iklan