ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Gubernur Andra Soni Dorong Percepatan PPDS Untirta, Tegaskan Komitmen Pemerataan Dokter Spesialis di Banten

15 Nov 2025, 21:53 WIB Last Updated 2025-11-15T14:53:14Z


Serang,ComunitynewsPemerintah Provinsi Banten menyatakan komitmennya untuk mempercepat pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam pertemuan bersama jajaran pimpinan Untirta, Jumat (14/11/2025), yang secara khusus membahas pendirian rumah sakit pendidikan serta rencana pembukaan tujuh program spesialis.


Dalam pemaparannya, Rektor Untirta, Prof. Fatah Sulaiman, menjelaskan bahwa pendirian rumah sakit pendidikan Untirta telah masuk dalam daftar program prioritas Bappenas. Status tersebut membuka peluang lebih besar bagi pengajuan pendanaan pusat, namun percepatan pembangunan tetap membutuhkan dukungan kuat dari Pemprov Banten.


“Kami sudah berada di pipeline Bappenas dan dinilai layak untuk mendapatkan dukungan pendanaan. Dukungan dari pemerintah daerah sangat penting agar proses percepatan ini bisa berjalan efektif. Selain itu, kami juga sudah memperoleh izin untuk membuka tujuh program spesialis,” ujarnya.


Tujuh program PPDS yang siap dibuka mencakup Ilmu Penyakit Dalam, Bedah, Ilmu Kesehatan Anak, Obstetri dan Ginekologi, Radiologi, Anestesi, serta Orthopedi. Menurut Prof. Fatah, pembukaan PPDS akan menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketimpangan distribusi dokter spesialis di Banten.


“Kita ingin memperkuat penyebaran tenaga kesehatan, terutama di wilayah yang selama ini masih kekurangan dokter spesialis. Ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memperkuat layanan kesehatan daerah,” tambahnya.


Merespons hal tersebut, Gubernur Andra Soni menegaskan dukungan penuh Pemprov Banten. Ia mengatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia kesehatan menjadi bagian penting dari agenda pembangunan daerah, terlebih melalui program “Faskin Kita” yang memprioritaskan peningkatan kualitas layanan kesehatan dan ketersediaan tenaga medis di Banten.


“Kita patut bangga Untirta sudah memiliki Fakultas Kedokteran yang semakin berkembang. Pemerintah provinsi akan terus mendukung agar fakultas ini melahirkan dokter-dokter terbaik untuk mengabdi kepada masyarakat,” tutur Andra.


Ia juga menekankan bahwa upaya pembukaan PPDS berjalan selaras dengan Program Satu Desa Satu Sarjana, yang membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri Banten untuk menempuh pendidikan kedokteran hingga level spesialis, lalu kembali bertugas di daerah asalnya.


“Harapannya ada alur yang berkesinambungan. Anak-anak daerah bisa kuliah, menjadi dokter atau dokter spesialis, dan kembali membangun daerahnya,” jelasnya.


Soal peningkatan insentif bagi dokter yang ditugaskan ke wilayah pelosok, Andra mengungkapkan bahwa pemerintah pusat tengah menyiapkan formula baru melalui Kementerian Kesehatan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat dokter untuk bertugas di daerah terpencil.


“Salah satu hal yang akan dilaporkan kepada Presiden adalah terkait pendapatan dan fasilitas bagi dokter di daerah. Formulasinya sedang dirumuskan oleh Wakil Menteri Kesehatan,” kata Andra.


Pertemuan tersebut menandai langkah awal dari kolaborasi lebih intensif antara Pemprov Banten dan Untirta untuk mempercepat perwujudan pusat pendidikan dokter spesialis pertama di Banten.

Iklan