Kabid Tenaga Kerja Disnaker Cilegon, Dayat, saat melakukan pemantauan pelatihan menyampaikan bahwa jumlah peserta yang diproyeksikan mengikuti program kerja luar negeri tahun ini cukup signifikan.
“Data awal dari perusahaan menunjukkan sekitar 70 peserta, dan kemungkinan bisa bertambah hingga 100 orang,” ujar Dayat.
Para peserta merupakan warga Kota Cilegon yang sebelumnya telah menjalani pembinaan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang bermitra dengan PT KBI. Ia menambahkan bahwa pelatihan tidak dilakukan di satu titik saja, melainkan tersebar di beberapa lokasi termasuk di wilayah Manca. Meski melibatkan perusahaan dan LPK yang berbeda, koordinasi tetap dijaga agar pelaksanaan berjalan tertib.
“Setiap perusahaan bekerja sama dengan LPK yang berbeda. Walau begitu, kami tetap memastikan semuanya terkoordinasi dengan baik demi memfasilitasi anak-anak Cilegon,” tambahnya.
Disisi lain Pak Umar Arifin Kordinator Lpk menyampaikan
Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Cilegon untuk membuka jalan bagi generasi muda yang berminat bekerja di luar negeri, sekaligus mengurangi tingkat pengangguran di daerah.
Para peserta direncanakan akan diberangkatkan ke Jepang setelah menyelesaikan enam bulan pelatihan bahasa. Bidang pekerjaan yang ditawarkan pun akan disesuaikan dengan job order dari perusahaan, sehingga peserta dapat memilih jalur kerja berdasarkan latar belakang pendidikan.
“Penempatan dilakukan di Jepang karena mereka mengikuti kursus bahasa Jepang. Perusahaan akan memberikan job order, dan peserta bisa memilih sesuai kompetensi masing-masing,” jelas Dayat.
Saat ini, Jepang menjadi negara tujuan utama dalam program penempatan tenaga kerja luar negeri yang difasilitasi Disnaker Cilegon. Namun, peluang kerja sama dengan negara lain tetap terbuka dan tengah dijajaki untuk fase berikutnya.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Cilegon berharap semakin banyak generasi muda yang mampu bersaing di dunia kerja global dan membawa manfaat bagi daerah.


