ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Proyek Paving Blok di Tangerang Disorot, BP2 Tipikor Aliansi Indonesia Desak Evaluasi Pengawasan

28 Agu 2025, 14:42 WIB Last Updated 2026-01-22T02:58:18Z

Comunitynews | Kab. Tangerang – Proyek pembangunan jalan paving blok di Kampung Peburan RT 15 RW 04, Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Dugaan lemahnya fungsi pengawasan menjadi perhatian serius, terutama karena proyek yang bersumber dari uang negara tersebut dinilai tidak sesuai standar.

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya sejumlah kejanggalan. Mulai dari ketiadaan papan informasi proyek, minimnya penerapan standar keselamatan kerja (K3), hingga tahapan pekerjaan yang dinilai asal-asalan. Salah satunya, lantai kerja yang semestinya dipadatkan terlebih dahulu justru tidak dilakukan dengan optimal.

“Pengawas konsultan memang ada di lokasi, tapi pengawasannya lemah. Mestinya mereka tegas dalam memastikan setiap tahapan sesuai spesifikasi, bukan sekadar hadir,” ujar seorang pekerja yang ditemui di lokasi, Kamis (28/8/2025).





Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Badan Pemantauan dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi (BP2 Tipikor) Aliansi Indonesia, Agus Gultom, menilai lemahnya pengawasan berpotensi merugikan masyarakat. Menurutnya, proyek infrastruktur desa tidak boleh dikerjakan dengan asal karena menyangkut kepentingan publik dalam jangka panjang.

“Kalau pengawasan lemah, maka kualitas jalan bisa cepat rusak. Itu jelas merugikan masyarakat dan berpotensi membuang-buang anggaran. Kami mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsultan pengawas dan pihak pelaksana,” tegas Agus Gultom.

Ia menambahkan, peran pengawas bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dalam mencegah terjadinya penyimpangan teknis maupun dugaan praktik korupsi. Karena itu, BP2 Tipikor Aliansi Indonesia meminta agar transparansi dan akuntabilitas proyek segera dibuka kepada publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak konsultan pengawas proyek belum memberikan keterangan resmi atas temuan di lapangan. Media masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh klarifikasi.(Muhayar) 

Iklan