ADS

ads

,

Iklan

Kecamatan Mauk Salurkan 2.000 Paket Sembako Murah, Warga Tebus Rp43 Ribu

29 Okt 2026, 08:26 WIB Last Updated 2026-10-29T01:27:29Z


TANGERANG – Pemerintah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kembali menggelar Gerakan Pangan Murah dengan menyediakan 2.000 paket sembako bagi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Mauk, Rabu (28/10/2026), disambut antusias warga yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Program tersebut menjangkau masyarakat dari 11 desa dan satu kelurahan di wilayah Kecamatan Mauk. Setiap paket sembako dapat ditebus seharga Rp43.000 dengan isi berupa 2 kilogram beras, 1 kilogram tepung terigu, dan 1 liter minyak goreng.

Kepala Seksi Pemberdayaan Kecamatan Mauk, Gita, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Menurut Gita, program tersebut telah beberapa kali dilaksanakan dan diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah perubahan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Ia juga menyampaikan bahwa pendistribusian paket sembako berlangsung tertib berkat dukungan jajaran Kecamatan Mauk dan panitia pelaksana.

Manfaat program tersebut turut dirasakan masyarakat. Diana, warga Desa Sasak, mengaku terbantu dengan adanya paket sembako murah yang dinilai dapat mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan dapur.

“Alhamdulillah, program ini sangat membantu. Dengan harga Rp43.000, kami sudah mendapatkan paket sembako yang cukup lengkap. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Diana.

Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung pengendalian inflasi daerah, menjaga keterjangkauan harga bahan pangan, serta mempertahankan daya beli masyarakat.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan sekaligus membantu mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga.

Aris

Iklan

iklan