CILEGON,Comunitynews- Imbas abu vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) mendorong Pemerintah Kota Cilegon mengambil langkah antisipatif guna melindungi kesehatan masyarakat, khususnya peserta didik dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, pemerintah memutuskan untuk memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP mulai Senin, 7 September 2026 hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.
Kebijakan tersebut diambil sebagai respons terhadap kondisi kualitas udara yang berpotensi terdampak oleh sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dalam beberapa hari terakhir masih menunjukkan aktivitas erupsi.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Dra. Hj. Heni Anita Susila, M.Pd., menjelaskan bahwa keputusan pelaksanaan PJJ merupakan langkah preventif yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, serta seluruh warga sekolah.
"Menindaklanjuti kondisi sebaran abu vulkanik dari Gunung Krakatau yang berdampak terhadap kualitas udara di wilayah Kota Cilegon, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon mengambil langkah antisipasi dengan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP," ujar Heni.
Menurutnya, kebijakan tersebut bukan semata-mata perubahan metode pembelajaran, melainkan upaya mitigasi risiko agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan serta kesehatan.
Dindikbud juga meminta seluruh satuan pendidikan untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung efektif selama kegiatan belajar dilakukan dari rumah. Para guru diinstruksikan untuk terus berkoordinasi dengan orang tua siswa guna memantau perkembangan belajar peserta didik.
Selain itu, orang tua diminta berperan aktif mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran daring dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kualitas udara dinilai kurang aman.
"Kebijakan ini kami lakukan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak, para guru, serta seluruh warga sekolah," tegasnya.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah Kota Cilegon meminta warga hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap wilayah Kota Cilegon.
Dindikbud berharap langkah antisipatif ini dapat meminimalisasi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik sekaligus menjaga keberlangsungan proses pendidikan hingga kondisi kembali normal.


