CILEGON,Comunitynews– Transparansi pelaksanaan proyek revitalisasi TK Negeri Assalam yang berlokasi di Lingkungan Panggung Rawi RW 02, Kota Cilegon, mulai menjadi sorotan.
Proyek yang bersumber dari anggaran tahun 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp643.616.000 itu dipertanyakan sejumlah pihak setelah ditemukan minimnya informasi dan pengawasan di lokasi pekerjaan.
Berdasarkan pantauan awak media pada Kamis (3/9/2026), aktivitas pembangunan masih berlangsung dengan jumlah pekerja sekitar lima orang.
Namun, saat dilakukan pemantauan di lapangan, tidak terlihat keberadaan ketua panitia pelaksana maupun konsultan pengawas proyek yang seharusnya berperan dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.
Salah seorang pekerja yang diduga juga merupakan pengurus lingkungan tingkat RT mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai teknis maupun pengawasan proyek tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan dan keterbukaan informasi kepada masyarakat sekitar.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada pihak sekolah hingga berita ini diturunkan belum memperoleh keterangan resmi.
Sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi menyampaikan bahwa kepala sekolah diketahui sedang dalam kondisi sakit sehingga belum dapat memberikan penjelasan terkait pelaksanaan revitalisasi tersebut.
Sementara itu, Ketua RW 02 memberikan penjelasan melalui pesan WhatsApp terkait proses sosialisasi proyek kepada masyarakat.
"Ya, saya paham Pak. Begini ya Pak, perihal sosialisasi ke masyarakat RT/RW dari kelurahan atau dari Dinas Pendidikan yang resmi tidak ada. Cuma saya diundang oleh pihak madrasah perihal revitalisasi TK itu. Namun permasalahan sudah klir dan diputuskan oleh Sekda," tulisnya.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan baru mengenai sejauh mana keterlibatan masyarakat dan pemerintah lingkungan dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek revitalisasi yang menggunakan anggaran negara tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait, baik Dinas Pendidikan maupun pelaksana proyek, dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai tahapan pekerjaan, pengawasan proyek, serta mekanisme sosialisasi kepada warga guna menghindari munculnya spekulasi dan menjaga kepercayaan publik terhadap penggunaan anggaran pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Dinas Pendidikan saat di konfirmasi melalui pesan whatsapp dindikbud cilegon belum memberikan tanggapan.
Di sisi lain pihak sekolah masih di tunggu keterangan nya, pelaksana kegiatan juga belum memberikan informasi yang berimbang terkait pelaksanaan revitalisasi TK Negeri Assalam tersebut.



