ADS

ads

,

Iklan

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon beri himbauan Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gadget dan Budayakan Gemar Membaca pada anak

13 Mei 2026, 15:42 WIB Last Updated 2026-05-13T08:42:43Z


CILEGON, Comunitynews— Di tengah pesatnya perkembangan era digital, penggunaan handphone dan gadget pada anak-anak menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, Dr. H. Ismattullah,S.Pd M.Pd  menegaskan pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget agar anak-anak tetap memiliki waktu yang seimbang untuk membaca dan menambah wawasan.



Hal tersebut disampaikan Dr. H. Ismattulah saat ditemui awak media pada Rabu (13/05/2026). Dalam keterangannya, ia menilai bahwa kebiasaan membaca harus terus ditanamkan sejak dini karena membaca merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan yang mampu memperluas wawasan masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Cilegon.



Menurutnya, kemajuan teknologi memang tidak dapat dihindari. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan tanpa pengawasan dapat berdampak terhadap menurunnya minat baca anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dalam mengatur waktu penggunaan handphone agar anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan membaca buku.



“Di tengah gencarnya era digital saat ini, anak-anak perlu diberikan batasan waktu dalam menggunakan handphone atau gadget. Waktu yang ada setiap hari harus bisa diselaraskan dengan kebiasaan gemar membaca, karena membaca adalah gudangnya ilmu untuk menambah wawasan dan pengetahuan,” ujar Dr. H. Ismattulah.



Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih bijak sebelum memberikan handphone kepada anak-anak. Menurutnya, perangkat yang digunakan anak seharusnya dipastikan aman dari berbagai konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.



“Orang tua harus lebih memperhatikan isi handphone sebelum diberikan kepada anak. History atau riwayat pencarian yang mengandung konten tidak baik sebaiknya dihapus terlebih dahulu. Ini penting agar anak-anak mendapatkan lingkungan digital yang sehat dan mendukung pola hidup gemar membaca,” katanya.



Lebih lanjut, Dr. H. Ismattulah menjelaskan bahwa membangun budaya membaca tidak harus dilakukan dalam waktu yang terlalu lama. Ia menyebutkan bahwa menyediakan waktu membaca sekitar setengah jam hingga satu jam setiap hari sudah menjadi langkah positif, asalkan dilakukan secara konsisten dan pada waktu yang tepat.



Menurutnya, momen selepas pulang sekolah dapat menjadi waktu yang ideal bagi anak-anak untuk membaca buku, terutama ketika mereka tidak memiliki aktivitas lain. Kebiasaan sederhana tersebut diyakini mampu membentuk karakter anak yang gemar belajar dan memiliki daya pikir yang lebih baik.



“Minimal setengah jam sampai satu jam membaca setiap hari sebenarnya sudah sangat baik. Yang penting dilakukan secara rutin dan di waktu yang tepat, misalnya setelah pulang sekolah ketika anak sedang tidak memiliki aktivitas lain,” jelasnya.



Selain menyoroti pentingnya literasi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon itu juga mengingatkan bahwa kemampuan belajar anak harus didukung dengan asupan gizi yang baik. Ia menilai kecerdasan dan semangat belajar anak tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan, tetapi juga oleh pola makan dan nutrisi yang dikonsumsi setiap hari.



Ia mengajak para orang tua untuk memperhatikan kebutuhan gizi anak, baik dari sumber protein hewani maupun nabati, demi mendukung tumbuh kembang serta konsentrasi belajar mereka.



“Jika ingin menciptakan generasi yang cerdas dan memiliki kemampuan literasi yang baik, maka kebutuhan gizi juga harus diperhatikan. Protein hewani maupun nabati penting untuk mendukung perkembangan anak dan membantu mereka mencapai kesuksesan di masa depan,” tambahnya.




Melalui imbauan tersebut, Pemerintah Kota Cilegon melalui dinas perpustakaan dan kearsipan kota Cilegon berharap budaya membaca di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, dapat terus meningkat meskipun berada di tengah arus perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. 


Dengan keseimbangan antara penggunaan teknologi, kebiasaan membaca, serta pola hidup sehat, diharapkan akan lahir generasi muda yang cerdas, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Iklan