Dalam keterangannya, Uung Rosdiana mengungkapkan bahwa saat ini sekolah yang dipimpinnya memiliki 13 rombongan belajar (rombel),sedangkan untuk ruang kelas baru ada 9.
Dengan jumlah siswa yang terus meningkat setiap tahunnya serta kondisi lingkungan masyarakat yang cukup padat, keberadaan ruang kelas tambahan dinilai sudah menjadi kebutuhan mendesak.
“Sekolah kami memiliki 12 rombel, sehingga penambahan ruang kelas memang sangat dibutuhkan. Lingkungan warga di sekitar juga cukup padat, sehingga kebutuhan daya tampung siswa harus diimbangi dengan fasilitas ruang belajar yang layak,” ujar Uung Rosdiana.
Ia menjelaskan, keterbatasan ruang belajar saat ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi kenyamanan proses pembelajaran. Menurutnya, sarana pendidikan yang memadai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang efektif bagi peserta didik maupun tenaga pengajar.
Karena itu, pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan RKB di SDN Belumbang. Selain pemerintah daerah, pihak sekolah juga membuka harapan kepada perusahaan-perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) agar ikut berkontribusi dalam mendukung dunia pendidikan.
Perwakilan dewan guru SDN Belumbang turut menyampaikan harapan serupa. Menurutnya, penambahan ruang kelas baru akan sangat membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah.
“Kami sangat berharap pembangunan ruang kelas baru bisa segera terealisasi. Baik melalui Dinas Pendidikan maupun dukungan CSR perusahaan. Pendidikan merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas,” ungkap salah satu guru.
Pihak sekolah menilai bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak. Terlebih, dunia pendidikan saat ini menjadi fokus utama dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Sementara itu, tim Comunitynews juga telah melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon terkait usulan penambahan ruang kelas baru tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp belum mendapatkan tanggapan.
Di akhir wawancara, Kepala Sekolah SDN Belumbang kembali menyampaikan harapannya agar usulan pembangunan RKB dapat segera di tindak lanjuti dalam waktu dekat.
“Semoga bulan ini ada perhatian dan upaya nyata dari Dinas Pendidikan Kota Cilegon untuk membantu penambahan ruang kelas baru di sekolah kami,” tutupnya.
Kondisi yang dialami SDN Belumbang menjadi salah satu gambaran masih pentingnya pemerataan pembangunan sarana pendidikan di daerah. Dengan fasilitas yang memadai, proses belajar mengajar diharapkan dapat berjalan lebih optimal demi mendukung lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas.


