ADS

ads

,

Iklan

Aktivis Pantura Soroti Proyek Galian Kabel PLN di Pakuhaji, Dinilai Acak-Acakan

7 Mei 2026, 13:24 WIB Last Updated 2026-05-07T06:24:04Z

Kabupaten Tangerang – Proyek galian kabel saluran tegangan jaringan menengah milik PT PLN (Persero) di Kampung Pakuhaji, Desa Pakualam, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mendapat sorotan dari masyarakat dan aktivis setempat. Pekerjaan tersebut diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis sehingga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.



Warga setempat, Rudi, mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek serta pengawasan dari pihak terkait. Menurutnya, kondisi galian terlihat tidak rapi dan seharusnya dilakukan pengecoran atau pelapisan kembali setelah penggalian selesai agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.



“Kita harus memikirkan dampak ke depannya. Jangan sampai pekerjaan seperti ini justru membahayakan warga,” ujarnya.



Sorotan serupa disampaikan H. Roby, aktivis Pantura, yang menilai kedalaman galian diduga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan. Ia mengatakan kondisi tersebut dapat mengancam keamanan jaringan listrik sekaligus keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek.



“Jika kedalaman galian tidak sesuai spesifikasi, tentu sangat berbahaya. Selain rawan merusak jaringan, ini juga bisa mengancam keselamatan masyarakat,” kata H. Roby, Rabu (7/5/2026).



Selain itu, ia juga menyoroti penanganan material bekas galian yang dinilai tidak sesuai prosedur. Tanah hasil galian disebut dibiarkan berserakan di sekitar lokasi tanpa dimasukkan ke dalam karung, sehingga mengganggu lingkungan dan meningkatkan risiko kecelakaan.



Tidak hanya itu, proyek tersebut juga disebut tidak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas maupun tanda peringatan di area pekerjaan. Padahal, keberadaan rambu dinilai penting untuk memberikan peringatan kepada pengguna jalan dan pejalan kaki.



“Tidak adanya rambu lalu lintas merupakan kelalaian serius karena menyangkut keselamatan publik. Selain itu kabel juga tidak dilapisi pasir, sehingga berisiko tinggi. Jangan sampai ada korban baru dilakukan evaluasi,” tegasnya.


H. Roby mendesak PT PLN (Persero) bersama kontraktor pelaksana segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Ia juga meminta instansi terkait meningkatkan pengawasan agar pekerjaan infrastruktur kelistrikan tetap mengutamakan standar keselamatan dan kualitas.



Sementara itu, mandor proyek bernama Riyan saat dikonfirmasi awak media mengarahkan pertanyaan kepada pihak kontraktor.



“Langsung ke bos saya saja, Bang,” ucapnya singkat.



Namun hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor yang dihubungi melalui aplikasi WhatsApp belum memberikan jawaban maupun klarifikasi terkait pertanyaan awak media.

Aris

Iklan