ADS

ads

,

Iklan

Pemkab Lampung Selatan Salurkan Bantuan untuk 1.175 KK Terdampak Banjir

9 Mar 2026, 14:42 WIB Last Updated 2026-03-09T07:42:41Z

 


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah. Bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan pada Minggu (8/3/2026) melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan.


Sebanyak 1.175 kepala keluarga (KK) menerima bantuan beras yang bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Setiap keluarga mendapatkan 10 kilogram beras sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabanjir.


Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang meminta agar pemerintah daerah segera memastikan kebutuhan pokok warga terdampak dapat terpenuhi.


Bantuan tersebut didistribusikan secara serentak di empat kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Jati Agung, Natar, Tanjung Bintang, dan Tanjung Sari.


Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, jumlah penerima bantuan terbanyak berada di Kecamatan Jati Agung dengan 865 KK. Sementara itu, Kecamatan Natar tercatat sebanyak 143 KK, Kecamatan Tanjung Bintang 117 KK, dan Kecamatan Tanjung Sari 50 KK.


Selain beras, warga juga menerima berbagai bantuan kebutuhan pokok lainnya, seperti telur, mi instan, roti, makanan siap saji, lauk siap santap, kasur, selimut, pakaian untuk orang dewasa, hingga perlengkapan dapur.


Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.


“Bapak Bupati mengimbau masyarakat agar tetap sabar dalam menghadapi bencana ini. Pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan dan memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat terpenuhi,” ujar Supriyanto.


Menurutnya, penyaluran bantuan tersebut juga menjadi bagian dari respons pemerintah daerah terhadap berbagai keluhan masyarakat setelah banjir melanda wilayah tersebut.


“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak tidak merasa sendiri dan mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk melewati kondisi ini,” katanya.


Dalam proses penyaluran bantuan, Pemkab Lampung Selatan turut menggandeng dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).


Tercatat sedikitnya 10 perusahaan ambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, di antaranya Senaya, PT Konverta Mitra Abadi, ASDP, BBJ, PT Optima Nusa Tujuh, PT Natar Gerbang Angkasa, PT Charoen Pokphand Feedmill Lampung, Starlight Cabin, Krakatoa Grup (Junglea Sea dan Elty), serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.


Supriyanto menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dukungan dari dunia usaha, menurutnya, menjadi bukti pentingnya kolaborasi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.


“Penanggulangan bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Peran serta dunia usaha melalui program CSR sangat membantu dalam meringankan beban masyarakat,” ujarnya.


Selain menyalurkan bantuan darurat, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah penanganan jangka panjang untuk mengatasi penyebab banjir di sejumlah wilayah.


Pemkab Lampung Selatan akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan instansi terkait guna mengidentifikasi akar permasalahan banjir sehingga solusi yang diambil dapat lebih efektif.


Sementara itu, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan teknis sekaligus memantau kondisi wilayah terdampak.


Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap masyarakat yang terdampak banjir dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. ASRONI

Iklan