ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Setahun Program MBG, Siswa Tak Lagi Kelaparan dan Mulai Belajar Menabung

9 Jan 2026, 18:15 WIB Last Updated 2026-01-09T11:15:51Z


Jakarta, Comunitynews— Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun terakhir memberikan dampak nyata bagi kehidupan pelajar di sekolah. Selain menjamin asupan gizi harian, program ini turut membantu siswa mengelola uang saku karena kebutuhan makan siang telah terpenuhi.



Dampak tersebut terlihat saat Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang bersama Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meninjau langsung pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1).



Dalam kunjungan itu, para siswa berbagi pengalaman mereka sejak menerima manfaat MBG. Seorang siswi mengaku mampu menyisihkan sekitar Rp15 ribu per hari dari uang jajannya. Pengakuan itu menciptakan suasana emosional di kelas ketika siswi tersebut menyampaikan rasa syukurnya hingga meneteskan air mata saat berbincang dengan Nanik.



Manfaat serupa dirasakan Muhammad Rosid Sumbus, siswa kelas XI SMK Negeri 1 Jakarta. Ia menuturkan bahwa sejak tidak lagi membeli makan siang, seluruh uang saku hariannya kini bisa ditabung.



“Sebelumnya uang jajan saya habis untuk makan. Sekarang karena sudah disediakan di sekolah, uangnya bisa disimpan,” ujar Rosid.



Selain membantu dari sisi ekonomi, Rosid menilai MBG juga berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. Dengan kondisi fisik yang lebih prima, ia merasa lebih mudah berkonsentrasi selama proses belajar berlangsung.



“Kalau perut kenyang, belajar juga jadi lebih fokus. Makanannya bersih dan sehat, jadi kami merasa nyaman di sekolah,” katanya.



Rosid pun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan Badan Gizi Nasional atas program tersebut. Ia berharap pelaksanaan MBG terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin optimal bagi para pelajar.



“Semoga program ini terus berlanjut dan ke depannya bisa dilengkapi, misalnya dengan air minum agar menunya semakin lengkap,” pungkasnya.

Iklan