ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Ribuan Praja IPDN Dikerahkan Bersihkan Kantor Pemerintah Aceh Tamiang Pascabanjir

5 Jan 2026, 19:54 WIB Last Updated 2026-01-05T12:54:34Z


Aceh Tamiang, Comunitynews— Upaya percepatan pemulihan pelayanan publik pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dilakukan. Sebanyak 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dikerahkan untuk membersihkan kantor-kantor pemerintahan yang terdampak banjir agar aktivitas pemerintahan dapat segera berjalan normal.



Pantauan di lapangan, para praja tampak bekerja sejak pagi membersihkan lumpur yang menggenangi sejumlah ruangan perkantoran. Mereka bergotong royong menyerok lumpur, memindahkan meja dan kursi, serta memilah peralatan kantor yang masih dapat digunakan maupun yang rusak akibat terendam banjir.



Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pembersihan adalah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Tamiang. Praja Madya IPDN, Yohanes D. Busawer, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan praja madya dan praja muda dari Kampus IPDN Jatinangor maupun kampus daerah.



“Kami bersama-sama melaksanakan pembersihan kantor pemerintahan agar pegawai bisa kembali bekerja dan pelayanan kepada masyarakat segera berjalan,” ujar Yohanes saat ditemui di lokasi, Minggu (4/1).



Praja asal Papua Barat Daya itu menegaskan, semangat gotong royong menjadi kunci dalam misi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, kehadiran praja IPDN di Aceh Tamiang diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan pascabencana.



Sebanyak 1.138 praja IPDN diberangkatkan secara bertahap ke Aceh Tamiang. Kloter pertama berjumlah 413 praja diberangkatkan pada Sabtu (3/1), disusul kloter kedua dan ketiga pada Minggu (4/1) dan Senin (5/1).



Keberangkatan para praja dilepas langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.



Dalam pengarahan kepada para praja sebelum keberangkatan, Mendagri Tito Karnavian menekankan bahwa tugas yang diemban merupakan misi kemanusiaan untuk membantu sesama. “Misi kemanusiaan kita adalah menolong saudara-saudara kita,” ujarnya.



Setibanya di Aceh Tamiang, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya kembali memberikan arahan. Ia mengingatkan para praja bahwa penugasan ini merupakan bagian dari pengabdian dan perjuangan dalam membantu pemulihan pemerintahan daerah.



“Ini adalah medan perjuangan paling tidak selama satu bulan. Tugas kita membersihkan kantor-kantor dinas agar pemerintahan dan pelayanan publik bisa segera aktif kembali,” kata Bima.



Para praja yang tiba lebih awal ditempatkan di sebuah bangunan semi-terbuka sebagai lokasi istirahat sementara. Di tengah kondisi berlumpur, para praja tetap menunjukkan semangat dengan membawa dan menancapkan bendera Merah Putih di sekitar lokasi penugasan.



Bima Arya menegaskan bahwa pengerahan praja IPDN merupakan tindak lanjut dari arahan Mendagri untuk mempercepat aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lion Air Group atas dukungan dan kolaborasi dalam proses keberangkatan praja IPDN ke Aceh Tamiang.

Iklan