ADS

ads

,

Iklan

65 Pelaku UMKM Sukadiri-Mauk Terima Bantuan Pemkab

23 Jun 2026, 19:59 WIB Last Updated 2026-06-23T12:59:34Z

TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro di wilayah pesisir. 


Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan kewirausahaan dan pemberian bantuan sarana usaha kepada pelaku UMKM di Kecamatan Sukadiri dan Mauk.


Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Sukadiri, Selasa (23/6/2026), merupakan kolaborasi antara Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Bappeda, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang.


Sebanyak 65 pelaku usaha mikro sektor kuliner mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 50 peserta berasal dari Kecamatan Sukadiri, sedangkan 15 lainnya berasal dari Kecamatan Mauk.


Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi.


Menurut Maesyal, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang saat ini mencapai 5,67 persen, melampaui capaian Provinsi Banten maupun tingkat nasional. Ia menilai, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program pemberdayaan masyarakat yang terus dijalankan.


"Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang saat ini mencapai 5,67 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Provinsi Banten maupun nasional. Salah satu faktor pendukungnya adalah berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti yang dilaksanakan hari ini," ujar Maesyal.


Ia menambahkan, pemerintah bersama PKK berupaya menciptakan masyarakat yang mandiri dan produktif, terutama bagi para ibu rumah tangga agar memiliki tambahan penghasilan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mendapatkan pelatihan praktik pembuatan keripik baby crab atau kepiting anakan. Didampingi narasumber Dewi Fatimah, peserta mempraktikkan langsung proses pengolahan, mulai dari teknik penggorengan hingga pencampuran bumbu secara higienis.


Usai pelatihan, Pemkab Tangerang turut menyerahkan bantuan peralatan usaha berupa 15 unit gerobak modern bagi pelaku usaha asal Kecamatan Mauk, serta sejumlah peralatan penunjang seperti kompor, mixer, blender, dan perlengkapan lainnya.


Bupati Maesyal juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Menurutnya, pemasaran melalui platform daring dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan produk UMKM.


Selain itu, menanggapi kebutuhan permodalan para pelaku usaha, Maesyal meminta jajarannya untuk memfasilitasi akses pinjaman modal lunak tanpa agunan melalui Unit Pelaksana Teknis Dana Bergulir (UPDB).


Ia menyebutkan, bantuan modal yang disiapkan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta dengan skema tanpa jaminan, sehingga diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, mengatakan bahwa kawasan pesisir Kabupaten Tangerang memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar dan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.


Menurut Anna, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk yang higienis, berkualitas, serta memiliki daya saing di pasar.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis potensi lokal sehingga pelaku usaha mikro di Kabupaten Tangerang semakin tangguh, mandiri, dan berdaya saing," kata Anna.

Ia menambahkan, seluruh pelaksanaan program pemberdayaan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang yang memang dialokasikan untuk mendukung pengembangan UMKM. Aris

Iklan