ADS

ads

,

Iklan

Presiden Prabowo Swasembada Pangan Bukti Indonesia Mampu Berdiri Mandiri

8 Jan 2026, 13:49 WIB Last Updated 2026-01-08T06:49:22Z


Karawang, ComunitynewsPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki babak baru kemandirian pangan. Dalam kurun waktu satu tahun, pemerintah berhasil mewujudkan swasembada pangan nasional, ditandai dengan cadangan beras pemerintah yang mencapai 3,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.



Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Panen Raya sekaligus pengumuman swasembada pangan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Menurutnya, pencapaian ini melampaui target awal pemerintah yang semula direncanakan tercapai dalam empat tahun.



“Ini adalah hasil dari kerja keras bersama seluruh unsur bangsa. Dalam waktu singkat, kita mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri tanpa ketergantungan pada impor,” kata Prabowo di hadapan petani dan jajaran pemerintah.



Prabowo menekankan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi kedaulatan bangsa. Ia mengingatkan bahwa krisis global, termasuk pandemi COVID-19, telah menunjukkan betapa rapuhnya negara yang terlalu bergantung pada pasokan pangan dari luar negeri.



Menurut Presiden, pengalaman sulit memperoleh beras impor di masa krisis harus menjadi pelajaran penting agar Indonesia terus memperkuat produksi pangan dalam negeri dan membangun sistem yang tangguh dari hulu hingga hilir.



“Kita belajar bahwa tidak ada negara yang bisa benar-benar aman jika kebutuhan dasarnya masih bergantung pada pihak lain. Pangan adalah soal hidup mati sebuah bangsa,” ujarnya.



Selain sektor pangan, Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mencapai swasembada energi. Dengan kekayaan sumber daya alam yang besar, ia menilai kemandirian nasional dapat terwujud jika pengelolaan dilakukan secara konsisten dan berpihak pada kepentingan rakyat.



Presiden turut menegaskan pentingnya peran petani dan nelayan sebagai ujung tombak ketahanan pangan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memberikan perlindungan, dukungan, dan kepastian usaha agar kesejahteraan mereka terus meningkat.



“Petani dan nelayan bukan hanya tulang punggung pangan, tetapi juga penjaga kedaulatan bangsa. Mereka harus kita hormati dan lindungi,” tegasnya.



Menutup sambutannya, Presiden Prabowo memastikan pemerintah akan terus menjaga capaian swasembada pangan melalui stabilisasi harga, penguatan cadangan nasional, serta penurunan biaya produksi pertanian agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.



“Ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang menuju Indonesia yang benar-benar mandiri,” pungkasnya.

Iklan