ADS

ads

,

Iklan

iklan

SMPN 2 Kota Cilegon Terapkan Kegiatan Pembelajaran dan Program Keagamaan Selama Ramadhan 1447 H

26 Feb 2026, 12:03 WIB Last Updated 2026-02-26T05:03:13Z



CILEGON,Comunitynews SMPN 2 Kota Cilegon yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Hj. Nurhayati, M.Pd mulai melaksanakan kegiatan pembelajaran khusus selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Program tersebut dijalankan sebagai bentuk penyesuaian kegiatan belajar mengajar sekaligus penguatan nilai keagamaan bagi para siswa.



Penjelasan mengenai kegiatan Ramadan tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Vica Apriyani, S.Pd saat ditemui dalam wawancara di lingkungan sekolah pada Kamis (26/02/2026).



Vica Apriyani menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran selama Ramadan telah dimulai sejak 24 Februari 2026 sesuai dengan instruksi dari Dinas Pendidikan. Selama bulan Ramadhan, sekolah tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa, namun dengan penyesuaian waktu pembelajaran.



“Alhamdulillah kegiatan pembelajaran sudah mulai sejak tanggal 24 sesuai instruksi dari Dinas Pendidikan. Jam pembelajaran berbeda dari hari biasanya karena ada pemangkasan waktu,” ujarnya.



Ia menjelaskan bahwa durasi satu jam pelajaran yang sebelumnya 40 menit dipersingkat, sehingga kegiatan belajar mengajar berakhir lebih cepat. Jika pada hari biasa kegiatan sekolah berlangsung hingga pukul 15.00 WIB, selama Ramadhan siswa hanya mengikuti pembelajaran sampai sekitar pukul 13.00 WIB.



Meskipun waktu belajar dipersingkat, materi pembelajaran tetap berjalan sebagaimana biasanya. Sekolah tetap menargetkan pencapaian kurikulum karena saat ini siswa sedang memasuki semester kedua yang memiliki jadwal akademik cukup padat.



Selain kegiatan akademik, SMPN 2 Kota Cilegon juga menambahkan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa selama bulan Ramadan.



Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, siswa mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama yang dilaksanakan secara rutin setiap hari. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kebiasaan membaca Al-Qur’an sekaligus meningkatkan keimanan siswa.



Selain tadarus pagi, sekolah juga mengadakan kegiatan shalat dhuha berjamaah yang dilaksanakan pada waktu istirahat di tengah kegiatan pembelajaran.



“Kegiatan pembelajaran masih sama seperti biasa, hanya saja di awal pembelajaran ada tadarus bersama, kemudian saat istirahat siswa melaksanakan shalat dhuha,” jelasnya.



Untuk kegiatan keagamaan yang lebih intensif seperti pesantren Ramadan, pihak sekolah berencana mulai melaksanakannya pada 9 Maret 2026. Kegiatan tersebut masih dalam tahap persiapan dan akan disesuaikan dengan program sekolah.



Sementara itu, kegiatan pembelajaran di sekolah selama Ramadan dijadwalkan berlangsung hingga 13 Maret 2026, sesuai dengan surat edaran yang diterima sekolah dari Dinas Pendidikan.



“Untuk kegiatan di sekolah kita aktif sampai tanggal 13 Maret sesuai surat edaran,” kata Vica.


Terkait kemungkinan pelaksanaan buka puasa bersama, pihak sekolah menyatakan masih melakukan pembahasan internal dan belum dapat memastikan pelaksanaannya.



“Untuk buka bersama masih dalam tahap pembahasan, jadi belum bisa dipastikan,” ujarnya.



Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa/itetap berjalan normal selama Ramadan. Bantuan makanan tersebut masih didistribusikan kepada siswa sejak awal kegiatan pembelajaran Ramadan dimulai.



“Alhamdulillah MBG masih aktif dikirim dari tanggal 24 sampai sekarang dan semuanya berjalan lancar,” tambahnya.



Vica Apriyani berharap para siswa/i tetap menjaga semangat belajar meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Ia menekankan bahwa semester kedua merupakan masa penting bagi siswa karena berdekatan dengan berbagai agenda akademik.



Selain menghadapi ujian tengah semester, siswa kelas IX juga sedang mempersiapkan diri menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menjadi bagian penting dari evaluasi pembelajaran.



“Kami berharap anak-anak tetap semangat walaupun sedang berpuasa. Kegiatan pembelajaran semester dua cukup padat karena ada ujian tengah semester dan persiapan TKA untuk kelas IX,” katanya.



Ia juga berharap para siswa dapat menjaga kesehatan agar tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik selama Ramadan.



Menurutnya, tidak ada program khusus yang ditetapkan secara rinci oleh Dinas Pendidikan selama Ramadan selain pengaturan jadwal pembelajaran melalui surat edaran. Pelaksanaan kegiatan Ramadan diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan.



“Dari dinas tidak ada program khusus, hanya surat edaran saja. Untuk kegiatan Ramadan dikembalikan kepada masing-masing sekolah,” pungkasnya.



Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMPN 2 Kota Cilegon berharap bulan suci Ramadan dapat menjadi momentum bagi siswa untuk meningkatkan keimanan sekaligus tetap berprestasi dalam bidang akademik.

Iklan