ADS

ads

,

Iklan

Akses Warga Dipulihkan, Pembangunan Jembatan Darurat di Sumut dan Sumbar Dikebut

11 Jan 2026, 12:59 WIB Last Updated 2026-01-11T05:59:13Z


Jakarta, Comunitynews— Pemerintah terus menggenjot pembangunan jembatan darurat di sejumlah wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Pembangunan jembatan jenis Bailey dan Armco ini dilakukan dengan melibatkan personel TNI serta dukungan langsung dari masyarakat setempat.



Di Sumatra Utara, progres pembangunan Jembatan Bailey di Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, telah mendekati tahap akhir. Hingga Jumat (9/1), pengerjaan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan diproyeksikan segera dapat difungsikan untuk aktivitas warga.



Kolaborasi antara TNI dan masyarakat terlihat jelas dalam proses penyelesaian pekerjaan. Mereka bersama-sama membersihkan area jembatan, merapikan struktur, dan memastikan jalur aman sebelum digunakan. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan akses transportasi warga.



Sementara di Sumatra Barat, pemerintah membangun lima unit jembatan Armco yang tersebar di berbagai daerah. Pembangunan dilakukan di Jembatan Sampia Sungai Rangeh, Nagari Bayua; Jembatan Bancah, Nagari Maninjau; Jembatan Salimpauang, Kecamatan Malalak; Jembatan Kampuang Jambu, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam; serta Jembatan Kampung 2 Mahakarya di Kabupaten Pasaman Barat.



Pelaksanaan pembangunan di wilayah tersebut melibatkan alat berat dan dukungan personel TNI yang turun langsung ke lapangan, terutama di lokasi dengan medan yang cukup berat. Berbagai pekerjaan teknis dilakukan secara terpadu untuk mempercepat penyelesaian jembatan.



Selain jembatan Armco, tiga unit jembatan Bailey juga tengah dikerjakan di Sumatra Barat. Jembatan tersebut berada di Durian Kilangan Koja, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat; Muaro Busuak, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok; serta Kubu Sarunai Canduang di Kabupaten Agam.



"Jembatan-jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Dengan keterlibatan TNI, pemerintah menargetkan pembangunan dapat rampung lebih cepat dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan mutu konstruksi.



Percepatan pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu memulihkan mobilitas masyarakat sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.

Iklan