Aceh Tamiang, Comunitynews— Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke posko pengungsian korban banjir dan longsor di Aceh Tamiang menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan harapan akan pemulihan yang lebih cepat dan berkelanjutan. Kehadiran Presiden di tengah para pengungsi memberikan suntikan semangat bagi masyarakat yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat.
Kepala Dusun Kampung Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Desi, menyampaikan langsung kondisi yang dialami warganya. Ia mengungkapkan bahwa ratusan keluarga masih tinggal di pengungsian dengan keterbatasan ruang dan kenyamanan, terutama karena lokasi tenda berada di tepi jalan raya.
“Di siang hari kondisi di dalam tenda sangat panas dan berdebu karena lalu lintas kendaraan. Ini cukup berat bagi warga, khususnya anak-anak dan lansia,” ujar Desi di kawasan pengungsian Jembatan Kuala Simpang, Jumat (12/12).
Selain faktor panas dan debu, Desi menjelaskan bahwa letak tenda yang berada di bawah jembatan membuat pengungsi rawan terdampak limpasan air saat hujan. Kondisi tersebut menambah risiko bagi warga yang sudah berada dalam situasi sulit.
“Kalau hujan turun, air dari atas jembatan mengalir ke area tenda karena posisi kami lebih rendah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Desi berharap pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah percepatan rehabilitasi dan pembangunan kembali rumah warga yang rusak akibat bencana. Menurutnya, hunian layak menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini.
“Kami sangat berharap adanya kebijakan yang mempercepat bantuan rumah, agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian,” ujarnya.
Meski demikian, Desi mengapresiasi bantuan yang telah mengalir dari berbagai pihak. Ia menyebut kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan ibadah hingga kini masih tercukupi berkat dukungan pemerintah dan masyarakat.
“Untuk kebutuhan sehari-hari, alhamdulillah masih aman. Banyak pihak yang peduli dan membantu kami,” tuturnya.
Layanan kesehatan juga telah tersedia di lokasi pengungsian. Posko kesehatan dari BPBD, kepolisian, puskesmas, serta sejumlah klinik setempat terus memberikan pelayanan bagi para pengungsi.
Menurut Desi, kehadiran Presiden Prabowo di Aceh Tamiang menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah memberi perhatian serius terhadap kondisi warga terdampak. Ia berharap komitmen tersebut berlanjut hingga proses pemulihan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Semoga perhatian ini terus berlanjut dan warga bisa segera kembali ke rumah yang aman dan layak,” pungkasnya.


