ADS

ads

,

Iklan

TNI Kerahkan Operasi Pascabencana Nasional, 32 Jembatan Darurat Terbangun dan Ribuan Ton Logistik Tiba di Wilayah Terdampak

31 Des 2025, 08:31 WIB Last Updated 2025-12-31T01:31:57Z


Jakarta, Comunitynews— Tentara Nasional Indonesia (TNI) menunjukkan peran strategisnya dalam percepatan pemulihan daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat melalui operasi pascabencana berskala nasional. Operasi ini difokuskan pada pemulihan akses infrastruktur serta penyaluran bantuan logistik dalam jumlah besar.



Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan, hingga akhir Desember 2025, TNI telah berhasil membangun 32 jembatan darurat di berbagai titik terdampak bencana. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Menjelang Akhir Tahun yang berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12).



“Sebagian besar jembatan darurat tersebut sudah dapat digunakan masyarakat dan menjadi akses vital untuk pemulihan aktivitas ekonomi serta distribusi bantuan,” ujar Panglima TNI.



Di wilayah Aceh, sejumlah jembatan darurat yang telah difungsikan antara lain Jembatan Teupin Mane, Teupin Reudep, Jeumpa, Matang Bangka, Kutablang, dan Weh Pase. Sementara di Sumatra Utara, jembatan Hamparan Perak dan Anggoli Sibabangun kembali membuka keterhubungan antarwilayah yang sebelumnya terisolasi.



Tak hanya fokus pada infrastruktur, TNI juga mengerahkan kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk memastikan bantuan logistik dapat menjangkau wilayah-wilayah sulit. Sebanyak 89 unit alutsista, terdiri dari pesawat angkut, helikopter, dan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), dikerahkan dalam operasi kemanusiaan ini.



“Pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat, termasuk dengan metode airdrop serta pendaratan langsung di lokasi terdampak,” jelas Agus.



KRI turut dimanfaatkan untuk mengangkut alat berat, tenaga medis, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya dari kementerian dan lembaga, seperti peralatan PLN, BBM, bahan pangan, hingga genset.



Berdasarkan data TNI, total bantuan logistik yang telah disalurkan mencapai 2.669,53 ton. Penyaluran tersebut ditujukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan.



Panglima TNI menegaskan bahwa peran TNI tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Keterlibatan personel akan terus dilanjutkan hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai wujud komitmen mendukung pemerintah dalam membangun kembali wilayah dan kehidupan masyarakat pascabencana.

Iklan