ADS

ads

,

Iklan

Pemprov Banten Pastikan Stok dan Harga Pangan Terkendali Jelang Nataru 2025/2026

11 Des 2025, 08:40 WIB Last Updated 2025-12-11T01:40:39Z

 

Banten, Comunitynews-Pemerintah Provinsi Banten memastikannya bahwa kebutuhan pangan pokok masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berada dalam kondisi aman. Berbagai langkah pengendalian dilakukan guna menahan potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan pada periode libur akhir tahun.


Kepastian itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandi, dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Optimalisasi Strategis Pengendalian Inflasi yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten, Rabu (10/12/2025).


Menurut Deden, Pemprov bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta pemerintah kabupaten/kota telah menyiapkan strategi terintegrasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, termasuk memperkuat stok pangan daerah seperti beras, cabai, bawang merah, telur, hingga daging.


“Seluruh langkah ini kita lakukan untuk memastikan suplai tetap aman, distribusi lancar, dan harga terkendali,” ujar Deden.


Operasi Pasar dan Koordinasi Distribusi Diperketat


Sebagai antisipasi gejolak harga, Pemprov Banten memperluas operasi pasar murah dan gerakan pangan murah di seluruh kabupaten/kota. Pemantauan harga harian terus dilakukan oleh TPID agar kebijakan respons cepat dapat diambil bila terjadi kenaikan signifikan.


Selain itu, koordinasi dengan distributor dan pelaku rantai pasok diperketat untuk mencegah gangguan distribusi maupun praktik penimbunan. Pemerintah daerah juga terus mengawasi kualitas dan keamanan produk di pasar tradisional maupun modern.


Di sisi produksi, Deden mendorong peningkatan kapasitas petani melalui pendampingan, penyediaan sarana pertanian, hingga perluasan lahan tanam sebagai upaya jangka panjang memperkuat ketahanan pangan daerah.


Antisipasi Dampak Cuaca dan Kendala Logistik


Deden menegaskan bahwa stabilitas pangan menjadi salah satu prioritas utama Pemprov Banten, terlebih di tengah kondisi iklim yang tidak menentu yang dapat menghambat distribusi.


“Stabilitas pangan bukan hanya rutinitas tahunan. Ini bagian dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat serta mengendalikan inflasi,” kata Deden.


Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dan komunikasi guna memastikan masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman.


BI: Logistik Menjadi Penentu Harga


Deputi Kepala Perwakilan BI Banten, Rawindra Ardiansah, menambahkan bahwa meski Banten berada dalam posisi surplus beras, beberapa komoditas masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Karena itu, kelancaran jalur logistik menjadi faktor penting dalam menentukan harga.


“Pembentukan harga sangat dipengaruhi kondisi logistik,” ujar Rawindra, menegaskan perlunya menjaga kelancaran transportasi komoditas menjelang puncak permintaan.


Pemprov Banten menyatakan optimistis bahwa melalui sinergi lintas sektor, ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan dapat tetap terjaga sepanjang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Iklan