ADS

ads

,

Iklan

Pemerintah Percepat Penyediaan Air Bersih, 48 Sumur Disiapkan di Aceh Tamiang

29 Des 2025, 10:48 WIB Last Updated 2025-12-29T03:48:22Z


Jakarta, Comunitynews— Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatra. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah prioritas dengan rencana pembangunan puluhan sumur air bersih.



Sebanyak 48 unit sumur, baik sumur dangkal maupun sumur dalam, akan dibangun di Aceh Tamiang guna memenuhi kebutuhan dasar warga pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.



Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Oscar Siagian, menyebut pembangunan sumur merupakan bagian dari langkah cepat pemerintah untuk memastikan ketersediaan air bersih di kawasan terdampak.



“Khusus Aceh Tamiang, kami menargetkan pembangunan 48 sumur yang akan segera diselesaikan. Ini belum termasuk pekerjaan serupa di daerah lain di Provinsi Aceh,” kata Oscar dalam keterangannya, Minggu (28/12).



Ia menjelaskan, proyek pembangunan sumur tersebut ditargetkan rampung sebelum pergantian tahun. Sumur dalam akan dimanfaatkan sebagai sumber air bersih dan air minum, sedangkan sumur dangkal berfungsi membantu masyarakat membersihkan sisa lumpur di rumah dan lingkungan sekitar.



“Sumur dangkal sangat membantu proses pembersihan pascabanjir, sementara sumur dalam digunakan untuk kebutuhan air sehari-hari,” ujarnya.



Pembangunan sumur air bersih tersebut melibatkan personel TNI serta dukungan masyarakat setempat. Partisipasi warga dinilai penting agar fasilitas yang dibangun dapat langsung digunakan dan dirawat bersama.



Tak hanya di Aceh Tamiang, Kementerian PU juga telah membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) di berbagai wilayah terdampak di Sumatra. Hingga kini, tercatat 73 SPAM telah terbangun di Aceh, 46 SPAM di Sumatera Utara, dan 60 SPAM di Sumatera Barat, yang melayani kebutuhan air bersih sekitar 160 ribu warga.



Di Sumatera Utara, kerusakan jaringan air bersih berdampak pada lebih dari 88 ribu sambungan rumah di sembilan kabupaten dan kota, di antaranya Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Langkat.



Ke depan, pemerintah juga akan memperkuat pengamanan sumber air baku di sejumlah lokasi yang terdampak endapan lumpur cukup parah, guna memastikan pasokan air bersih tetap aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Iklan