ADS

ads

,

Iklan

Pembangunan Huntara di Sumbar Masuki Tahap Rangka, TNI Kebut Pengerjaan di Enam Lokasi

28 Des 2025, 15:32 WIB Last Updated 2025-12-28T08:32:13Z

Agam, Comunitynews— Progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Sumatera Barat mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Di Lapangan Bola Nagari Salareh Aia, Jorong Kayu Pasak, Kecamatan Palambayan, Kabupaten Agam, rangka baja huntara telah berdiri di atas tapak beton yang sebelumnya dicor dan dikeringkan.



Personel TNI terus berjibaku di lapangan membantu percepatan pembangunan. Keterlibatan aparat berasal dari jajaran Kodam XX/TIB, meliputi Kodim 0304/Agam, Yon TP/Singgalang, serta Denzipur 2/PS. Kehadiran mereka menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam pemulihan pascabencana.



Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI yang dikutip Minggu (28/12), huntara di lokasi ini disiapkan untuk menampung 117 kepala keluarga. Dari pantauan visual di lapangan, sejumlah unit sudah memasuki tahap pemasangan dinding, menandai pembangunan yang terus bergerak sesuai jadwal.



"Secara keseluruhan, pembangunan huntara di Sumatera Barat dilakukan di enam titik. Lokasi pertama berada di Jorong Kayu Pasak dengan total 24 barak berukuran 85 x 64 meter dan melibatkan 106 pekerja. Pengerjaan ditargetkan rampung pada rentang 15 hingga 30 Desember".



Lokasi kedua berada di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota. Di wilayah ini, 60 unit huntara dibangun di atas lahan seluas 98 x 70 meter dan akan dihuni oleh 60 kepala keluarga.



Sementara itu, di Kota Padang, pembangunan huntara dilakukan di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh. Sebanyak 100 unit disiapkan di atas lahan seluas sekitar 10 ribu meter persegi untuk menampung 100 kepala keluarga terdampak bencana.



Pembangunan juga berlangsung di Kabupaten Tanah Datar dengan penyediaan empat barak huntara di lahan seluas sekitar 1.981 meter persegi. Proyek ini ditargetkan selesai pada 23 hingga 28 Desember.



Lokasi kelima berada di Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman. Di kawasan ini, 34 unit huntara dibangun di atas lahan berukuran 80 x 55 meter untuk menampung 34 kepala keluarga.



Adapun titik terakhir berada di Nagari Pulut-Pulut, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan. Sebanyak 20 unit huntara dibangun di atas tanah milik pemerintah daerah seluas 2.261 meter persegi, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 73 kepala keluarga.



Dengan progres pembangunan yang terus dikebut, pemerintah berharap hunian sementara ini dapat segera ditempati sehingga warga terdampak bencana memperoleh tempat tinggal yang lebih layak dan aman sembari menunggu pembangunan hunian permanen.

Iklan